Jelang Meksiko Vs Yunani
Cuma Segitu, King Otto?
Rabu, 22 Jun 2005 13:56 WIB
Jakarta - Dari dua kali aksinya di Piala Konfederasi 2005 ini mereka kalah dua kali tanpa memungut satu gol pun. Hanya inikah kekuatan Yunani yang notabene juara Eropa?Pertanyaan itu harus dijawab oleh 11 pemain Yunani yang tengah malam nanti bertarung melawan Meksiko, dalam laga terakhir Grup B di Waldstadion, Frankfurt. Demikian pula dengan pelatih Otto Rehhagel, yang diberi embel-embel kata "King" pasca kesuksesan timnya menjuarai Euro 2004.Kenyataannya, sampai saat ini Rehhagel belum bisa meneruskan euphoria keberhasilan Angelos Charisteas cs di Portugal musim panas tahun lalu. Selain hasil minim di Piala Konfederasi ini, Yunani juga masih jauh dari aman dalam perebutan tiket ke putaran final Piala Dunia 2006.Di babak penyisihan grup, untuk sementara mereka kalah nilai dari Ukraina dan Turki. Paling banter Yunani hanya bisa merebut posisi runner up untuk mengikuti babak playoff.Menghadapi pertarungannya melawan Meksiko, Rehhagel bukannya tanpa ambisi. Namun ia juga tak punya banyak pilihan karena skuadnya masih saja pincang tanpa beberapa pilar utamanya, yakni kapten Theo Zagorakis, Traianos Dellas, Michalis Kapsis, dan Giorkas Seitaridis.Pelatih asal Jerman itu juga akan mengistirahatkan beberapa pemain inti yang selalu dipasang ketika ditundukkan Brasil dan Jepang di pertandingan sebelumnya. "Saat ini saya berharap pemain-pemain kami bisa memperoleh kesempatan untuk membuktikan kemampuannya. Selalu saja jadi problem jika kami kehilangan tiga atau empat pemain," ujarnya.Memberi bukti juga menjadi motivasi Charisteas untuk tampil habis-habisan nanti malam. "Fans di Eropa sedang memperhatikan kami lekat-lekat. Kami harus melihat diri kami sendiri, bahwa sekarang kami tidak lagi di Portugal. Kami masih punya satu pertandingan untuk membuktikan siapa kami," tandas striker Ajax Amsterdam ini.Di kubu Meksiko, pelatih Ricardo Lavolpe mengaku sudah punya bekal yang baik untuk meneruskan kiprahnya di Piala Konfederasi. Setelah meladeni Yunani, mereka akan tampil di babak semifinal."Kemenangan ini adalah hasil dari kerja keras selama tiga tahun," tandasnya. "Yunani memang kuat secara individu, tapi kuat sebagai tim-lah yang lebih penting.""Kami sudah bekerja siang dan malam. Kami bermain dengan gairah dan semangat juang tinggi guna meraih sesuatu. Pemain-pemainku tetap pada strategi yang telah kami sepakati dan berita-berita tentang kami telah sampai ke seluruh dunia," tambah Lavolpe, yang timnya telah memetik kemenangan atas Jepang dan Brasil. (a2s/)











































