Tangisan Sedih Pekerman

Tangisan Sedih Pekerman

- Sepakbola
Senin, 27 Jun 2005 08:06 WIB
Jakarta - Kemenangan Argentina atas Meksiko diiringi awan kelabu di kubu tim Tango. Bahkan sang arsitek, Jose Pekerman, sempat meneteskan air matanya.Adalah kematian seorang pemain muda Argentina Emiliano Molina yang menyebabkan munculnya kesedihan di kubu Argentina, meskipun mereka memenangi laga semifinal dan berhak menantang Brasil di partai puncak Piala Konfederasi 2005.Pemain berposisi sebagai kiper Independiente ini meninggal setelah mengalami kecelakaan dan mengalami luka yang cukup parah 12 hari yang lalu. Hal inilah yang membuat Pekerman mengalami kesedihan yang mendalam."Saya tidak bisa meninggalkan lapangan tanpa memikirkan meninggalnya Molina di hari yang sangat menyedihkan bagi Argentina," ujarnya seperti dikutip yahoo Sport seraya meneteskan air mata.Untuk menyatakan penghormatan mereka pada kiper berusia 17 tahun itu, Argentina mengenakan ban hitam pada lengan kanannya saat melakoni pertandingan melawan Meksiko dinihari tadi. "Kami mengenakan ban hitam karena kami telah kehilangan seorang pemain muda berbakat," jelasnya lagi.Mengenai pertandingan ini Pekerman mengakui bahwa permainan yang mereka tunjukan bukan yang terbaik. Namun ia berharap bahwa performa seperti ini menjadi yang terakhir dan mereka bisa menunjukkan gim terbaik mereka saat melawan Brasil di final."Saya setuju jika pertandingan ini bukan yang terbaik namun kami berjuang keras terutama di babak kedua dan perpanjangan waktu. Kami tidak menginginkan hasil imbang. Kami bertanding untuk menang dan tim ini memiliki kapasitas untuk memainkan permainan terbaik mereka saat melawan Brasil di final," ujarnya Pekerman. (ian/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads