DetikSepakbola
Rabu 07 Maret 2018, 00:00 WIB

Dukung Argentina di Piala Dunia, Darius Sinathrya Lalui Momen Sedih dan Pahit

Randy Prasatya - detikSport
Dukung Argentina di Piala Dunia, Darius Sinathrya Lalui Momen Sedih dan Pahit Foto: Randy Prasatya/detikSport
Jakarta - Presenter sepakbola, Darius Sinathrya, menjagokan Argentina setiap kali tampil di Piala Dunia. Ada momen menyedihkan dalam mendukung tim favoritnya itu.

Piala Dunia 2018 akan mulai bergulir pada 14 Juni mendatang di Rusia. 32 negara di dunia akan saling sikut untuk menjadi yang terbaik, setelah pada empat tahun silam Jerman keluar sebagai juara di Brasil. Jerman saat itu usai mengalahkan Argentina 1-0 di laga puncak.


Untuk menyambut pesta sepakbola terakbar, Trans TV dan Trans 7, serta detikSport dengan kompak menyiarkan secara langsung 'Konser 100 Hari Menuju Piala Dunia' yang digelar di kawasan CT Corp, Selasa (6/2/2018).

Meramaikan acara ini, hadir sejumlah penyanyi dan grup musik ternama di Indonesia. Di antaranya Slank, Ari Lasso, Bunga Citra Lestari, Judika, Armada, Zaskia Gotik, Cita Citata, dan Via Vallen.

Selain deretan musikus, acara ini juga dihadiri oleh Darius Sinathrya sebagai presenter sepakbola top tanah air. Darius yang memang menggemari olahraga ini mengaku selalu menjagokan Argentina di Piala Dunia.


Sebagaimana fans-fans lain yang pernah merasakan kekecewaan, Darius pun tak luput dari perasaan tersebut. Dari sekian banyak momen pahit mendukung Argentina, tahun 2014 disebutnya paling terasa menyakitkan.

"Aku pertama kali mulai ngikutin Piala Dunia itu di tahun 1994. Tapi masih sama-samar karena dulu aku masih sangat muda. Nah, yang bener serius ngikutin itu waktu 1998," kata Darius.

"Di tahun itu (1998) Argentina tersingkir dari Belanda. Padahal, waktu itu striker-nya laga ganas. Ada (Gabriel) Batistuta, (Ariel) Ortega, dan generasi emaslah pokoknya," Darius menambahkan sambil tertawa.


"Kalau 2010 nggak sakit-sakit amat, soalnya waktu itu Argentina di bawah arahan Diego Maradona, pelatih yang nggak terlalu bagus. Justru 2014 yang sangat pahit. Di tanah latin dan tidak ada sejarahnya tim Eropa juara di sana, eh ternyata Jerman yang keluar sebagai juaranya. Berhari-hari kaya mimpi buruk," Darius menegaskan.
(ran/raw)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed