FIFA Tekan Angka Serangan Jantung di Lapangan

FIFA Tekan Angka Serangan Jantung di Lapangan

- Sepakbola
Senin, 27 Jun 2005 15:10 WIB
Jakarta - Tim peserta Piala Dunia 2006 harus menyertakan laporan medis pemain sebelum terjun ke ajang empat tahunan ini. Gunanya untuk mengetahui kondisi kesehatan jantung para pemain. Ke-32 tim yang berpartisipasi di Piala Dunia 2006 akan diminta untuk menyediakan bukti yang menyatakan bahwa kondisi jantung para pemainnya dalam keadaan baik. "Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi problem sejak awal, dengan menggunakan diagnosa sport-cardiological yang spesial," ujar koordinator medis FIFA Prof Toni Graf-Baumann dilansir Reuters, Senin (27/6/2005). Tindakan yang dilakukan oleh FIFA dilakukan demi menekan angka kematian pesepakbola karena serangan jantung di lapangan. Salah satu insiden yang menjadi inspirasi adalah kematian anggota timnas Kamerun Marc-Vivien Foe saat digelar Piala Konfederasi di Prancis tahun 2003. Ketika itu Foe, yang tengah memperkuat Tim Indomitable Lions di semifinal melawan Kolombia, pingsan di lapangan menit ke-72. Sempat dirawat selama beberapa waktu, Foe menghembuskan napas terakhir di rumah sakit Paris. Ironisnya, tak berapa lama kejadian yang menimpa Foe terulang lagi. Bulan Januari 2004 pemain Benfica Miklos Feher juga tewas di lapangan setelah terkena serangan jantung mendadak. Daftar ini bertambah panjang setelah 9 bulan kemudian pemain klub Brasil Sae Caetano Serginho menyusul. Pekan lalu, kantor berita Lusa memberitakan seorang gelandang klub Portugal Uniao Leiria bernama Hugo Cunha yang meninggal ketika sedang bermain sepakbola dengan rekan-rekannya. Tak hanya mengharuskan para pemain untuk menyertakan laporan medis, FIFA telah berupaya untuk menekan angka kematian di lapangan dengan menyelenggarakan berbagai seminar tentang pengenalan penyakit jantung. (mel/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads