Riquelme Pengumpan Nomor Satu
Selasa, 28 Jun 2005 12:32 WIB
Jakarta - Finalis Piala Konfederasi 2005, Argentina dan Brasil punya pengatur serangan yang sama-sama menonjol. Di Argentina bercokol Juan Roman Riquelme, sedangkan di skuad Brasil ada Ronaldinho.Dibandingkan Ronaldinho yang notabene pemain terbaik dunia 2004, nama Riquelme masih kalah menjulang. Tapi predikat itu mungkin cocok di Liga Spanyol. Di Piala Konfederasi, namanya tak kalah cemerlang dengan Ronaldinho.Tapi angka statistik menunjukkan bahwa Riquelme lebih unggul daripada rivalnya itu. Ia punya kapasitas untuk difavoritkan sebagai pemain terbaik turnamen ini karena memiliki kehandalan sebagai seorang pengumpan.Mari kita lihat statistik tersebut. Dari empat pertandingan, pemain kelahiran 24 Juni 1978 ini sudah mengemas tiga gol -- semua lahir lewat tendangan bebas. Ia menang satu gol dari Ronaldinho.Soal mengumpan, Riquelme juga lebih menonjol. Sejauh ini, boleh dibilang dialah pengumpan terbaik di turnamen ini. Total, pemain yang merumput di Villareal itu telah mengumpan sebanyak 332 kali. Dari jumlah itu, 283 di antaranya menemui sasaran. Untuk kategori umpan pendek, Riquelme menjadi pengumpan terbanyak dengan catatan 254 kali. Dari jumlah itu hanya 9 yang meleset dari target. Sedangkan untuk akurasi umpan jauh yang terselesaikan, Riquelme berada di posisi kedua dengan torehan 42 buah, di bawah rekan setimnya Gabriel Heinze (52).Bandingkan misalnya dengan Ronaldinho. Gelandang Barcelona ini mencatat 264 buah umpan, atau nomor dua di bawah Riquelme. Ronaldinho hanya menang satu kategori dari Riquelme, yakni dalam hal umpan silang, di mana ia melakukannya 28 kali, sedangkan Riquelme 26.Dalam hal sepak pojok pun Riquelme masih unggul. Tak ada pemain lain di turnamen ini yang mengambil tendangan sudut lebih sering ketimbang dirinya, yakni 20 kali. Ronaldinho menyusul di tempat kedua dengan 17 kali.Keahlian Riquelme sebetulnya sudah terlihat sejak memperkuat Boca Juniors sehingga Barcelona kepincut untuk merekrutnya pada musim panas 2002. Namun ia tak bisa bersinar di Nou Camp, baik sewaktu Barca ditangani Louis van Gaal sampai Frank Rijkaard saat ini.Dua musim berturut-turut ia dipinjamkan ke Villareal. Nasib baik buat Villareal, musim lalu Riquelme tampil menawan untuk menjadi motor permainaan klub tersebut untuk finis di urutan ketiga La Liga dan lolos ke Liga Champions musim depan untuk pertama kalinya.Meski kiprahnya sangat menonjol, namun Rijkaard tidak berniat menariknya pulang ke Catalan. Riquelme akhirnya dilepas secara permanen ke Villareal dengan harga jual tujuh juta euro.Kini, kiprah Riquelme bersama Argentina kembali dinanti. Sejauh ini Riquelme sudah membuktikan kapasitasnya. (mel/)











































