Duel Raja Amerika Latin di Eropa

Jelang Final Piala Konfederasi

Duel Raja Amerika Latin di Eropa

- Sepakbola
Rabu, 29 Jun 2005 10:52 WIB
Jakarta - Piala Konfederasi 2005 merupakan momen keempat Brasil dan Argentina bertemu di daratan Eropa. Namun sebenarnya kedua tim ini sudah saling tekel di 88 pertandingan.Brasil memang diakui sebagai negara sepakbola terkuat di dunia dengan lima gelar juara dunia. Tetapi jika ukurannya catatan pertemuan, Argentina tidak dibawah tim "Samba". Dari 88 pertemuan mereka sejak tahun 1914, kedua tim sama-sama menang 33 kali.Partai final di Frankfurt hari Kamis (30/6/2005) nanti merupakan keempatkalinya Brasil dan Argentina bertanding di Eropa, setelah Piala Dunia tahun 1974, 1982 dan 1990. Tiga pertemuan di atas disebut-sebut sebagai pertandingan Piala Dunia yang penuh momen.Pada babak kedua putaran final Piala Dunia 1974 di Hannover, Jerman (saat itu masih Jerman Barat), Brasil menang 2-1 atas Argentina yang diperkuat striker legendarisnya Mario Kempes.Dua gol Brasil dicetak oleh Rivelino dan Jairzinho. Kedua pemain ini kemudian menjadi pemain legendaris Brasil, karena empat tahun sebelumnya juga sukses mengantarkan Brasil merebut Piala Dunia di Meksiko. Sementara gol Argentina dicetak oleh Miguel Angel Brindisi.Di babak kedua Piala Dunia Spanyol, 2 Juli 1982, tim Brasil kembali unggul atas Argentina 3-1di Barcelona. Kekalahan ini sekaligus memupus harapan Argentina untuk mempertahankan gelarnya sebagai juara dunia. Ini juga menjadi pertandingan terakhir pelatih Cesar Luis Menotti, yang sukses membawa tim "Tango" untuk pertama kalinya juara Piala Dunia 1978 di Argentina.Gol Zico, Serginho dan Junior membawa Brasil unggul 3-0 lebih dahulu. Sementara gol tunggal Argentina dicetak Ramon Diaz. Momen yang paling diingat ialah reaksi Diego Maradona yang frustasi, dan terang terangan menendang lawan. Akibatnya sang maestro diganjar kartu merah.Pertemuan terakhir Brasil dan Argentina di Eropa kembali terjadi di babak kedua Piala Dunia 1990, Jerman (saat itu masih Jerman Barat). Pertandingan yang digelar di stadion Delle Alpi, 24 Juni 1990, menjadi ajang pembalasan Argentina. Tim Brasil ditekuk 1-0 lewat gol Caniggia. Gol ini tidak lepas dari peran Maradona yang memberikan umpan cantik.Pertandingan ini juga di kemudian hari menjadi kontroversi karena bek Brasil, Branco, diduga meminum air yang terkontaminasi dari botol yang berasal dari bangku ofisial Argentina. Nama Maradona semakin bersinar karena sukses mengantar Argentina ke babak final. Namun akhirnya gelar juara dunia gagal diraih karena kalah 0-1 dari tuan rumah Jerman di babak final.Final Piala Konfederasi 2005 nanti merupakan penentu siapa yang akan unggul satu kemenangan antara Brasil dan Argentina. Selain itu, pertemuan kedua tim kali ini bisa jadi merupakan final bayangan Piala Dunia 2006. Sebab selamanya Brasil dan Argentina akan tetap menjadi tim yang diperhitungkan menembus partai puncak Piala Dunia. (lom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads