'Brasil Favorit Juara Dunia Lagi'
Kamis, 30 Jun 2005 09:55 WIB
Jakarta - Keberhasilan menjuarai Piala Konfederasi 2005 menegaskan Brasil sebagai tim favorit juara Piala Dunia 2006. Hal ini diyakini pelatih Brasil, Carlos Alberto Parreira.Kemenangan 4-1 atas Argentina, adalah bukti bahwa Brasil memang tim juara. Hasil ini mengantarkan Brasil berbagi dengan Prancis, sama-sama dua kali juara di turnamen para juara konfederasi.Hasil ini juga memantapkan posisi Brasil sebagai raja turnamen yang digelar FIFA. Sebab di kompetisi paling prestise, Piala Dunia, Brasil juga mendominasi dengan lima kali juara."Tim Samba" memang tidak menjadi raja di semua turnamen internasional yang diikutinya. Misalnya di Copa Amerika, Brasil yang tujuh kali juara memang masih kalah dibandingkan Argentina yang telah 14 kali juara. Demikian juga di Olimpiade, di mana Brasil belum pernah juara sama sekali.Namun kedua turnamen tersebut tidak bisa dijadikan ukuran. Copa Amerika hanyalah sebuah turnamen regional, Amerika Selatan. Sementara Olimpiade membatasi usia pemain, sehingga tidak menggambarkan kekuatan tim yang sebenarnya.Brasil sendiri mampu menjadi juara di Piala Konfederasi 2005, meski tidak membawa beberapa pemain terbaiknya seperti Roberto Carlos, Cafu, dan Ronaldo. Ini juga menjadi bukti bahwa rencana Parreira untuk memantapkan tim lapis duanya berhasil. Bisa dibayangkan bagaimana kuatnya Brasil di Piala Dunia nanti jika diperkuat semua pemain terbaiknya."Kami tentu saja akan menjadi tim yang sangat difavoritkan. Kami harus mempertanggungjawabkan itu. Dan kami harus memastikan bahwa posisi sebagai favorit tidak mengganggu kami," ujar Parreira usai mengalahkan Argentina di Frankfurt, Kamis (30/6/2005), seperti dilansir Reuters."Ini bukan hanya masalah gelar juara bagi kami. Kami telah memperoleh kesempatan menguji pemain. Kami terbukti bertahan sangat bagus dan mengolah bola dengan cepat. Jika kami bermain seperti itu, kami akan selalu sukses," lanjutnya.Penilaian Parreira atas timnya juga diakui Jose Pekerman. Pelatih Argentina itu mengaku tidak terlalu kecewa dengan kekalahan timnya, karena menurutnya yang dihadapi adalah tim terbaik di dunia. "Mencapai final adalah bukti bahwa kami cukup kompetitif. Tetapi di final kami menghadapi tim yang terbaik di dunia," ungkapnya. (lom/)











































