DetikSepakbola
Jumat 06 April 2018, 22:58 WIB

Ini Jessica, Mahasiswi Bandung yang Terpilih Jadi Relawan Piala Dunia 2018

Dony Indra Ramadhan - detikSport
Ini Jessica, Mahasiswi Bandung yang Terpilih Jadi Relawan Piala Dunia 2018 Jessica, mahasiswa Bandung yang terpilih sebagai relawan Piala Dunia 2018. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikSport)
Bandung - Terlibat langsung di Piala Dunia menjadi mimpi banyak orang. Tak mudah untuk mendapat kesempatan tersebut. Namun, Jessica jadi salah satu orang yang beruntung.

Mahasiswi Bandung tersebut berkesempatan menjadi relawan dalam event Piala Dunia 2018 di Rusia. Jalan panjang dilalui perempuan berusia 23 tahun itu untuk bisa lolos diterima menjadi relawan.

Saat ditemui detikSport di kampusnya di Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Bandung, Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (6/4/2018) Jessica bercerita awal mulanya mendaftar hingga diterima jadi relawan.

Jessica memang tak menyukai olah raga sepakbola. Meski begitu, Jessica sangat senang melakukan aktivitas, apalagi kegiatannya berguna bagi orang banyak.

Tahun 2016, Jessica bertekad untuk menjadi relawan. Dia mencari informasi relawan melalui internet. Hingga akhirnya, sebuah tautan menginformasikan adanya lowongan untuk menjadi relawan FIFA.

"Saat itu aku daftar untuk piala konfederasi dan Piala Dunia. Tapi yang konfederasi aku nggak kepilih," ujar perempuan berkacamata itu.

Usai mendaftarkan diri dengan melampirkan berbagai dokumen persyaratan, Jessica lalu mendapatkan informasi lanjutan melalui surat elektronik. Dia kemudian diwajibkan mengisi tes bahasa inggris yang dilampirkan Fifa melalui email.

Tes dapat dilalui dengan baik. Jessica akhirnya dinyatakan terpilih menjadi relawan. "Dari Indonesia ada juga yang terpilih, tapi enggak tahu siapa saja, enggak dijelasin dan ga dikasih tahu berapa orangnya," ungkapnya.

Proses perekrutan relawan tak sampai di situ. Sesi berikutnya dengan melakukan wawancara via aplikasi Skype. Pertanyaan soal jati dirinya sukses dijawab.

"Karena saya termasuk relawan di luar Rusia, saya diminta untuk menonton 57 video yang isinya soal sejarah FIFA, Piala Dunia sampai 12 stadion yang akan dijadikan tempat pertandingan," kata dia.

Tugas Jessica di sana nantinya cukup berat. Ia ditempatkan di Stadion Nizhny Novgorod di Kota Nizhny. Ia ditempatkan dibagian akreditasi.

"Kerjanya itu nyiapin id card buat yang mau masuk stadion," tuturnya.

Jessica tak belum bisa bernapas lega saat itu setelah mengetahui lolos jadi relawan. Orang tuanya Heryanto Wijaya (49) dan Linawati (50) sempat khawatir kepadanya.

"Saya kan anak tunggal, jadi sempat khawatir. Tapi setelah diberitahu, dijelaskan akhirnya orang tua mengerti," ungkapnya.

Jessica mengaku sama sekali tak mengetahui bahkan tak menyukai olah raga. Alasannya mendaftar hanya karena dia suka berkegiatan yang positif.

"Memang banyak yang tanya sama saya, ikut ini karena mau ketemu pemain bintang dan lainnya. Tapi saya bilang enggak, saya cuma seneng berkegiatan saja," bebernya.

Jessica saat ini tengah mempersiapkan untuk proses keberangkatannya ke Rusia. Selain masalah akomodasi, Jessica kini sedang belajar untuk memahami budaya di Rusia. Karena dirinya tidak akan satu atau dua hari berada di sana.

"Intinya lebih mempelajari budaya karena berbeda ya. Terus mempelajari makanan juga. Ya mempelajari cara bertahan hidup lah," katanya.
(rin/mfi)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed