DetikSepakbola
Senin 09 April 2018, 18:00 WIB

Piala Dunia 2018

Ancaman Ultras Rusia untuk Hooligan Inggris

Randy Prasatya - detikSport
Ancaman Ultras Rusia untuk Hooligan Inggris Suporter Rusia dan Inggris terlibat perkelahian di Piala Eropa 2016. (Foto: Lars Baron/Getty Images)
Jakarta - Ratusan ultras Rusia telah menebar ancaman untuk hooligans Inggris. Mereka berjanji menjadikan Piala Dunia 2018 sebagai neraka untuk fans Inggris.

Menurut kabar yang dimuat Daily Star dan Express, ultras Rusia sudah bersiap-siap untuk menumpahkan darah di Piala Dunia pada Juni mendatang ke hooligans Inggris. Hal itu terungkap lewat penelusuran di media sosial Vkontakte (VK).

Di dalam grup VK (Russian Hooligans), seorang moderator grup mengunggah pernyataan: "Kami memulai operasi 'Mundial'. Rencana kami sudah berjalan dengan baik." Salah satu pihak ultras Rusia lainnya menyarankan agar para hooligans Inggris mempersiapkan diri untuk berlatih di gym.

Kelompok ultras Rusia juga mengunggah foto-foto mereka di kamp pelatihan. Salah satu yang terlibat di grup tersebut menegaskan bahwa ultras Rusia akan melakukannya lebih dari sekadar bernyanyi.

Para suporter garis keras Rusia nantinya akan melakukan operasi di Reutov, yang merupakan sebuah kota kecil di dekat Moskow. Di sana, target diklaim akan mudah didapat.

Perkelahian kedua kelompok suporter ini dikenal sebagai "Stienka na stienke" atau "Wall to wall" - di mana dua kelompok berlawanan saling hantam satu sama lain untuk bertarung dengan tangan kosong.

Ultras Rusia tidak akan sendirian untuk bertarung melawan hooligans Inggris. Kabarnya, kelompok suporter Argentina telah bergabung dengan suporter Rusia untuk melawan fans Inggris .

Pihak berwenang kini telah memperingatkan para fans Inggris bahwa ancaman konfrontasi dengan ultras sangat tinggi. Dewan Kepala Polisi Inggris, Mark Roberts, sebelumnya sudah memberi peringatan pada Februari lalu tentang aksi kekerasan di jalan-jalan Moskow.

"Tentu saja ini akan menyebabkan kekhawatiran bagi para fans Inggris yang berencana melakukan perjalanan ke Piala Dunia dan perilaku penggemar Rusia perlu menjadi faktor dalam memutuskan apakah akan pergi ke sana atau tidak," kata Mark.

Pada ajang Piala Eropa 2016 lalu di Marseille, Prancis. Kedua kelompok ini juga terlibat perkelahian. Insiden itu membuat seorang fans Inggris bernama Andrew Bache mengalami cedera otak dan koma. Di Piala Eropa 2016 juga terungkap kalau kelompok suporter Rusia menjalani pelatihan khusus untuk mempersiapkan diri berduel dengan suporter lawan.


(ran/ran)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed