Dongeng Liga Champions dari Thun FC

Dongeng Liga Champions dari Thun FC

- Sepakbola
Rabu, 24 Agu 2005 17:28 WIB
Dongeng Liga Champions dari Thun FC
Jakarta - Terdengar seperti dongeng bahwa sebuah klub tak terkenal, yang anggaran tahunannya hanya sepertiga harga Asier del Horno, mampu menembus putaran grup utama Liga Champions musim.Dongeng tersebut berhembus dari sebuah klub di Swiss bernama Thun FC, yang tadi malam berhasil mengalahkan juara Swedia FC Malmo dengan skor 3-0. Hasil ini menggenapkan kemenangan yang 1-0 yang mereka raih di kandang Malmo. Sebelumnya, di babak kualifikasi II, Thun mampu mengandaskan salah satu klub terbaik di kawasa Eropa Timur saat ini, yakni Dynamo Kiev, dengan agregat 3-2. Thun FC seperti klub antah berantah dari negara yang tidak dikenal kuat dalam dunia persepakbolaan. Paling tidak, tim ini masih kalah populer dari dua klub terbaik Swiss, Basel dan Grasshoppers. Namun tim yang sudah berdiri sejak 1898 ini baru saja menuai prestasi luar biasa, sampai-sampai Presiden Swiss Samuel Schmid perlu angkat bicara menyambut kesuksesan mereka menembus jajaran klub-klub elit Eropa."Ini prestasi luar biasa untuk kota sebesar Thun dan kemajuan luar biasa besar untuk negara ini secara keseluruhan," ujar orang nomor satu "Negeri Cokelat" itu.Dengan anggaran tahunan "hanya" 4,3 juta dolar (Rp 43,3 milliar), prestasi yang di raih Thun memang tergolong luar biasa. Bandingkan dengan Chelsea yang telah menghabiskan lebih dari 50 juta poundsteling (Rp 907,9 milliar) hanya untuk mendatangkan tiga bintang: Asier Del Horno, Shaun Wright-Phillips dan Michael Essien. Dengan kata lain, modal setahun Thun hanya satu per tiga harga Del Horno, yang dibeli Chelsea dari Athletic Bilbao dengan harga 14,5 juta dolar. Atau kalkulasi lain, anggaran belanja Chelsea setahun akan mampu membiayai Thun selama 21 tahun! Tapi Thun punya cara sendiri untuk membuat jurang materi tersebut bisa dilalui. Paling tidak, saat ini mereka dan Chelsea berstatus sama: sama-sama peserta fase grup utama Liga Champions. Artinya, untuk sementara mereka punya posisi sejajar dengan macan-macan Eropa lain seperti Real Madrid, Manchester United, AC Milan, Juventus, atau Bayern Munich."Bermain melawan tim sekelas Barcelona atau Real Madrid akan menjadi mimpi bagi saya. Itu adalah sesuatu yang sulit saya bayangkan sekarang," ujar pelatih Urs Schoenenberger, seperti dikutip Reuters Rabu (24/8/2005). "Saya akan sangat bangga bisa membawa tim ini ke Inggris atau Italia," tambahnya. Satu hal yang mungkin harus dipersiapkan Thun sebelum berkancah di Eropa adalah stadion. Stadion Lachen Postfach yang menjadi kandang mereka ternyata tidak sesuai dengan persyaratan minimal yang ditetapkan UEFA.Namun hal itu dipastikan tidak akan mengganggu semangat bertanding Thun. Siapapun lawan dan bermain di manapun akan dilakoni Thun dengan semangat tinggi. "Sekarang saya tidak perduli dengan siapa kami akan bertanding di fase grup nanti, Saya hanya akan menikmati saat-saat ini," ujar kapten Thun Andres Gerber. (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads