Mourinho Ajak UEFA Damai

Mourinho Ajak UEFA Damai

- Sepakbola
Rabu, 31 Agu 2005 12:37 WIB
Mourinho Ajak UEFA Damai
Jakarta - Jose Mourinho mengaku ingin mengakhiri hubungannya yang kurang harmonis dengan UEFA. Pelatih Chelsea itu berharap mereka bisa saling memaafkan dan melupakan masa lalu.Awal hubungan buruk Mourinho dengan UEFA adalah saat Chelsea tunduk dari tuan rumah Barcelona dalam putaran grup Liga Champions musim lalu. Tidak puas dengan kepemimpinan wasit Anders Frisk, Mourinho mengeluarkan komentar tidak sedap terhadap Frisk dan pelatih Barcelona Frank Rijkaard. Komentar Mourinho pun berbuntut panjang. Frisk memutuskan pensiun setelah mendapatkan ancaman dari kelompok suporter garis keras Chelsea. Larangan mendampingi Chelsea dalam dua pertandingan pun diterima pelatih asal Portugal ini akibat komentarnya itu. Tak hanya itu dia juga sempat didaulat sebagai musuh sepakbola oleh para kolega Frisk.Meski masalah tersebut clear di kemudian hari, hubungan Mourinho dan UEFA tetap kurang harmonis karena sang pelatih tak jarang mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang menyudutkan UEFA. Tetapi seiring berjalannya waktu kini akhirnya Mourinho sadar karirnya tidak akan bisa terus berjalan tanpa UEFA, pelatih yang telah memberi tiga gelar untuk Chelsea itu pun mengajukan gencatan senjata. "Saya harus melupakan apa yang telah mereka lakukan pada saya dengan larangan itu dan kami harus memulai dengan sesuatu yang baru, saya tidak bisa melepaskan karir saya sebagai pelatih dari UEFA," ujar Mourinho seperti dilansir BBC Rabu (31/8/2005).Prestasi Mourinho di tingkat Eropa memang tergolong 'wah'. Setelah menjuarai Piala UEFA tahun 2003 bersama FC Porto, setahun kemudian ia meraih tropy Liga Champions dengan tim yang sama. "Saya juga telah melakukan banyak hal penting yang terkait dengan mereka (UEFA), saya telah memenangkan Piala UEFA dan Liga Champions. Saya berada di sejarah UEFA dan mereka juga masuk ke sejarah hidup saya, dan tak ada yang bisa merubah ini, jadi hal terbaik adalah melupakan apa yang telah terjadi" tambah pelatihberusia 42 tahun ini.Bagaimana kelanjutan cerita damai kedua pihak ini sebenarnya berada di tangan Mourinho. Jika ia bisa membuang predikat 'si mulut besar' hubungan damai ini akan berumur panjang. (mel/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads