sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Senin, 17 Des 2018 10:26 WIB

Pelecehan di Timnas Wanita Afghanistan: Masuk Skuat Bayar Pakai Seks

Doni Wahyudi - detikSport
Beberapa anggota timnas putri Afghanistan dikabarkan menjadi korban pelecehan seksual (Majid Saeedi/Getty Images) Beberapa anggota timnas putri Afghanistan dikabarkan menjadi korban pelecehan seksual (Majid Saeedi/Getty Images)
Jakarta - Kasus pelecehan seksual mengguncang sepakbola Afghanistan. Pemain wanita yang ingin masuk skuat kabarnya harus membayar dengan hubungan badan.

Kasus pelecehan seksual di Timnas Sepakbola Afghanistan ini terbongkar setelah diberitakan oleh Guardian pada akhir November lalu. Khalida Popal, mantan Kapten Tim Putri Afghanistan yang terusir dari negaranya dan kini menetap di Denmark, mengungkapkan pelecehan yang dialami para pemain.

"Mereka (Federasi Sepakbola Afghanistan) mengirim dua pria sebagai perwakilan, yang satu adalah 'Kepala Tim Wanita' dan seorang 'asisten pelatih'. Keduanya mem-bully dan melakukan kekerasan pada para pemain wanita, terutama yang datang dari Afghanistan karena mereka tahu wanita-wanita itu tak akan berani berbicara," kata Popal.



Pelecehan tersebut terjadi pada Februari 2018, saat tim sepakbola wanita Afghanistan melakukan pemusatan latihan di Jordan. Saat itu tim terdiri dari perempuan yang datang dari Afghanistan dan mereka yang tinggal di luar negeri.

"Hal itu terus berlangsung. Pria-pria ini memanggil pemain ke kamar mereka dan tidur dengan mereka. Staff AFF (Asosiasi Sepakbola Afghanistan) ini bilang kalau mereka akan bisa memasukkan perempuan-perempuan itu ke dalam tim dan juga akan memberi mereka uang 100 pound sterling (sekitar Rp 1,8 juta) sebulan jika mereka mau melakukan apapun. Mereka (staff AFF) melakukan pemaksaan pada perempuan-perempuan ini," lanjut Popal.

Masih diungkapkan Popal, usai pemusatan latihan di Jordan ada sembilan yang tercoret dari timnas. Mereka didepak karena dikhawatirkan akan berbicara ke media atau membongkar kasus tersebut ke publik.

Demi menutup mulut para pemain, AFF mengembuskan isu kalau para pemain itu adalah lesbian.

"Karena beberapa dari mereka akan berbicara ke media, presiden (AFF) menyebut mereka lesbian untuk menutup mulut mereka. Supaya mereka tak berbicara soal pelecehan seksual di Jordan dan kekerasan yang dilakukan pelatih. Dia memukuli salah seorang pemain dengan tongkat biliar. Dia memukulinya dan menyebut si pemain sebagai lesbian dan ditendang dari federasi."



"Jika mereka membongkarnya, tak akan ada yang percaya karena dituduh lesbi atau gay di Afghanistan adalah sebuah topik yang tak Anda bicarakan. Dan itu membuat keluarga Anda dalam bahaya besar."

"Saya mencoba mencari perempuan-perempuan itu. Saya menemukan beberapa perempuan yang menderita kekerasan seksual, kekerasan fisik jika mereka menolak. Federasi akan mencari alasan untuk mengeluarkan mereka dari tim. Sehingga kalau perempuan itu berbicara ke publik, maka akan terlihat kalau mereka hanya kecewa gagal masuk skuat."

"Investigasi yang saya lakukan berlangsung setengah tahun. Dan ditemukan kekerasan fisik, kekerasan seksual, ancaman kematian, dan kasus perkosaan," papar Popal.

(din/raw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com