Rasis, UEFA Denda Steaua dan CSKA

Rasis, UEFA Denda Steaua dan CSKA

- Sepakbola
Sabtu, 10 Sep 2005 07:50 WIB
Rasis, UEFA Denda Steaua dan CSKA
Jakarta - Steaua Bucharest kena batunya. Akibat tindakan rasis yang dilakukan pendukung klub asal Rumania itu UEFA pun menjatuhkan hukumannya. Bukan hanya denda, otoritas sepak bola tertinggi di Eropa itu juga menjatuhkan larangan bermain di kandang bagi Steaua.Niat UEFA untuk membersihkan sepak bola dari tindakan rasisme memang tidak main-main. Setelah beberapa klub menerima sanksi dari UEFA, kini Steaua Bucharest yang dapat giliran.Steaua awalnya dijatuhi sanksi denda sebesar 16,500 Euro (Rp 212,3 juta) akibat prilaku rasis yang ditunjukan pendukung mereka saat kualifikasi kedua leg kedua Liga Champions melawan tim asal Irlandia, Shelbourne. Saat itu beberapa pendukung Steaua mengeluarkan suara-suara seperti kera kepada dua pemain kulit hitam Shelbourne.Namun belakangan UEFA mengajukan peninjauan kasus pada komisi disiplinnya, dan denda yang dijatuhkan meningkat menjadi 19,500 Euro (Rp 250,9 juta). Hukuman itu masih ditambah dengan larangan menggelar partai kandang hingga radius 250 km saat menjamu klub asal Norwegia, Valerenga dalam babak pertama Piala UEFA."Hal itu (perlakuan rasis) telah diakui pada saat dilakukan banding, klub (Steaua) tidak melakukan banyak aksi terhadap prilaku menyimpang fansnya", ujar UEFA seperti diberitakan Eurosports, Sabtu (10/9/2005).Menanggapi larangan pertandingan kandang itu pihak Steaua melalui eksekutif presidennya, Mihai Stoica mengungkapkan kalau mereka akan menggelar pertandingan kandang di Bacau atau Constanta. Stoica juga telah memiliki strategi khusus agar timnya tetap didukung walaupun bermain jauh dari kandang."Pendukung kami akan diberikan tiket gratis pada pertandingan melawan Valeranga," ujar Stoica.Dalam kesempatan yang sama UEFA juga mengajukan banding untuk menaikkan denda sebesar 19,500 euro (Rp 250,9 juta) yang dijatuhkan kepada CSKA Moskow setelah aksi rasisme pendukung mereka terhadap striker Liverpool, Djibril Cisse dalam kualifikasi Liga Champions 10 Agustus lalu.Namun ternyata permohonan untuk meningkatkan denda tersebut ditolak oleh komisi disiplin. Yang menjadi pertimbangan tidak ditambahnya denda terhadap CSKA adalah karena dalam kasus itu, Cisse, ternyata terlebih dahulu memprovokasi penonton tuan rumah."Memang telah dicatat bahwa striker Liverpoolm Djibril Cisse menjadi korban rasis dalam pertandingan itu. Walaupun begitu, kami juga melihat tindakan Cisse kepada kerumunan penonton," tambah UEFA. (lom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads