Tes Doping Kini Bisa di Rumah Pemain
Rabu, 14 Sep 2005 00:04 WIB
Jakarta - Pengawasan doping terus ditingkatkan. Otoritas tertinggi sepakbola Eropa UEFA menyetujui peraturan baru agar tes doping bisa dilakukan di mana saja termasuk rumah si pemain.Regulasi tersebut baru berlaku pada level Liga Champions di mana ofisial bisa mendatangi rumah seorang pemain untuk melakukan uji doping dalam waktu delapan hari sebelum pertandingan.Hal ini berbeda dengan peraturan sebelumnya di mana tes doping dilakukan pasca pertandingan terhadap dua pemain yang dipilih secara acak. Dengan peraturan baru ini, UEFA juga berencana melakukan tes terhadap seluruh tim yang berlaga di fase grup Liga Champions.Peraturan baru UEFA ini ternyata langsung disetujui oleh seluruh tim peserta Liga Champions musim ini."Klub-klub yang memasuki Liga Champions musim ini telah menyetujui peraturan ini. Kami meniru apa yang diterapkan atletik dan balap sepeda di mana kami bisa melakukan tes di rumah mereka," ujar seorang juru bicara UEFA seperi dilansir BBC, Selasa (13/9/2005).Berdasarkan peraturan baru di Liga Champions ini, klub-klub diharuskan memberitahu keberaadan pemain mereka sebelum pertandingan kepada badan yang berwenang."Ini akan dilakukan betul-betul secara acak dan menggunakan unsur kejutan. Kami bisa memanggil pemain kapan pun.""Klub harus memberitahu lokasi pemain dalam kurun delapan hari sebelum hari pertandingan dan kami harus mampu mendatangi pemain itu kapan pun. Tak ada toleransi yang akan diberikan pada pemain," tambah juru bicara UEFA itu.Pemain bertahan Manchester United Rio Ferdinand adalah contoh pemain yang pernah bermasalah dengan pemeriksaan doping. Walau tidak terbukti menggunakan obat terlarang, tapi lantaran ia tidak datang pada sesi tes yang telah dijadwalkan, sanksi larangan bertanding selama delapan bulan pun dijatuhkan FA padanya Desember lalu.WADA (World Anti Doping Agency/lembaga anti doping dunia) memang memberikan tekanan keras pada cabang sepakbola untuk meningkatkan pemeriksaan doping. Bahkan WADA mengancam akan mencabut sepakbola dari Olimpiade kecuali FIFA mau meningkatkan kebijakan anti dopingnya. (a2s/)











































