sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 21 Mar 2019 10:49 WIB

Henderson: Kegagalan-Kegagalan yang Dulu Cuma Menambah Motivasi

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
Jordan Henderson merasakan sejumlah momen kegagalan. (Foto: Michael Regan/Getty Images) Jordan Henderson merasakan sejumlah momen kegagalan. (Foto: Michael Regan/Getty Images)
Jakarta - Jordan Henderson percaya kegagalan-kegagalan masa lalu akan memainkan peran krusial ke depannya, baik untuk Liverpool maupun tim nasional Inggris.

Bersama Liverpool, Henderson jadi salah satu pemain yang merasakan sejumlah kegagalan. Dia empat kali kandas di final dan harus puas dengan posisi runner-up.

Selain itu Henderson juga nyaris meraih titel Premier League pada 2013/2014, di mana Liverpool terlepeset di momen-momen akhir. Lagi-lagi 'Si Merah' hanya jadi runner-up.




Satu-satunya gelar yang bisa dibanggakan Henderson bersama Liverpool sejauh ini adalah Piala Liga Inggris.

Bersama timnas Inggris, Henderson terhenti di perempatfinal Piala Dunia 2018 lalu. Tim 'Tiga Singa' kalah dari Kroasia setelah menjalani babak extra time.

Setop di perempatfinal jadi hasil terbaik Inggris di Piala Dunia sejak 1990 silam. Tapi kekecewaan gagal melangkah lebih jauh tetap terasa.

Henderson percaya kegagalan-kegagalan ini akan memainkan peran besar ke depannya. Tim dengan para pemain yang sudah merasakan pahitnya kandas dan gagal mencapai titik akhir akan punya motivasi besar.




"Saya rasa itu selalu melekat ke Anda, momen-momen itu. Itu memberi Anda motivasi lebih besar untuk terus berusaha, terus ingin berada di posisi itu lagi untuk membetulkan kegagalan yang lalu, dan mencapai titik terakhir," katanya dikutip Sky Sports.

"Ini jelas motivasi ekstra yang saya gunakan. Mungkin saya pernah sedikit merasakan bermain di final, tapi saya belum benar-benar berhasil memenangi trofi-trofi besar, dan itu sekarang benar-benar jadi langkah berikut yang harus dilalui."

"Saya tak terlalu melihat ini sebagai sebuah keuntungan untuk saya, saya melihatnya sebagai sebuah keuntungan untuk tim. Ketika Anda punya pemain-pemain yang pernah berada di situasi itu sebelumnya, yakni dari pengalamannya, laga-laga besar, semifinal, final, kompetisi besar, maka itu bagus untuk tim."




"Terutama untuk membantu para pemain yang lebih muda, agar bisa bertahan dengan momen-momen besar dan memberi merekasa sedikit pengalaman terkait apa yang bisa diperkirakan. Lebih banyak pemain yang menjalani final-final itu, sungguh lebih baik," tambah kapten Liverpool ini. (raw/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed