PPD 2006 Zona Eropa
Empat Negara Masih Berpeluang
Minggu, 09 Okt 2005 05:39 WIB
Jakarta - Grup 4 zona Eropa menjadi grup paling kompetitif. Hingga menjelang pertandingan terakhir babak kualifikasi Piala Dunia 2006, empat negara masih memiliki peluang yang sama.Dua dari empat tim tersebut adalah Swiss dan Prancis, yang Minggu (9/10/2005) dinihari tadi bermain seri 1-1. Unggul lebih dulu oleh gol Djibril Cisse di menit 51, Prancis batal menang setelah tendangan bebas Ludovic Magnin yang mengenai kepala Lilian Thuram bersarang di jala Gregory Coupet di 11 menit terakhir.Hasil tersebut mengantarkan Swiss dan Prancis meraih poin 17. Mereka menempati posisi dua dan tiga klasemen, tergusur oleh Israel yang mengumpulkan nilai 18. Israel sendiri yang bermain dikandang sendiri berhasil menundukkan Kepulauan Faroe dengan skor 2-1. Gol-gol Israel dilesakkan Yossi Benayoun dan Michael Zandberg, Sementara gol balasan Kep. Faroe dicetak Simun Samuelssen.Sementara kemenangan 1-0 Republik Irlandia atas tuan rumah Siprus memang tidak mengatrol posisi mereka di klasemen sementara. Tapi dengan nilai 16, Roy Keane dkk kini hanya terpaut dua angka dengan Israel di puncak klasemen dan satu poin dari Swiss dan Prancis.Pertandingan terakhir hari Rabu (12/10/2005) nanti akan menjadi partai penentuan bagi keempat kontestan. Melihat calon lawannya, juara dunia 1998 Prancis tetap paling berpeluang.Di laga terakhirnya Les Bleus akan menghadapi tim lemah Siprus, sedangkan Swiss bakal bertarung keras dengan Irlandia. Jika menang, Prancis akan jadi juara grup dan lolos otomatis, atau paling tidak runner up karena Israel tak punya pertandingan sisa.Tapi jika Irlandia yang menang atas Swiss, dan Prancis kalah atau seri dari Siprus, maka Irlandia-lah yang akan memastikan diri lolos ke Jerman. Israel yang telah menyelesaikan seluruh pertandingannya hanya bisa berharap Irlandia akan menang atas Swiss dan prancis kalah atas Siprus. Hasil itu akan membuka peluang Israel melaju ke babak play off.Foto: Kapten Prancis Zinedine Zidane mencoba melewati hadangan kapten Swiss Raphael Wicky (AFP/Olivier Morin). (a2s/)











































