sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 05 Jun 2019 21:48 WIB

Dua Periode! Gianni Infantino Terpilih Lagi Jadi Presiden FIFA

Yanu Arifin - detikSport
Gianni Infantino terpilih menjadi presiden FIFA lagi pada kongres tahunan di Paris, Prancis, Rabu (5/6/2019). (Foto: Richard Heathcote/Getty Images) Gianni Infantino terpilih menjadi presiden FIFA lagi pada kongres tahunan di Paris, Prancis, Rabu (5/6/2019). (Foto: Richard Heathcote/Getty Images)
Paris - Gianni Infantino kembali terpilih menjadi presiden FIFA. Pria berusia 49 tahun itu akan memimpin federasi sepakbola tertinggi di dunia hingga 2023.

Dilansir BBC, Infantino terpilih kembali menjadi presiden FIFA dalam kongres tahunan ke-69 di Paris, Rabu (5/6/2019). Infantino tidak memiliki lawan dalam pemilihan presiden FIFA kali ini.

Sehari sebelumnya, peraturan diubah yang memudahkan Infantino. Jika hanya ada satu calon presiden, maka tidak dibutuhkan pemungutan suara lagi tanda dukungan dari 211 anggota alias Infantino terpilih secara aklamasi.




Tepuk tangan pun mengiringi terpilihnya Infantino memimpin FIFA hingga 2023. Ini merupakan periode keduanya, setelah pada 2016 ia menggantikan Sepp Blatter, yang sebelumnya memimpin FIFA selama 17 tahun sebelum tersandung kasus korupsi pada 2015.

Dalam pidatonya, Infantino menilai FIFA kini sudah bersih dari berbagai skandal. Ia menilai, federasi sepakbola tertinggi di dunia itu kini hanya fokus membahas si kulit bundar.

"Tidak ada yang membicarakan krisis di FIFA lagi atau membangunnya kembali dari awal. Tidak ada yang berbicara tentang skandal atau korupsi, kami berbicara tentang sepakbola. Kami dapat mengatakan bahwa kami telah membalikkan keadaan," kata Infantino.




"Organisasi ini berubah dari yang sebelumnya beracun, nyaris kriminal, menjadi seperti seharusnya, sebuah organisasi yang mengembangkan sepakbola dan sekarang identik dengan transparansi serta integritas," jelasnya.

Salah satu gagasan revolusioner Infantino adalah membuat Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat bertambah pesertanya dari 32 tim menjadi 48 tim. Rencana itu bahkan sempat ingin diterapkan di Piala Dunia 2022, namun dibatalkan. (yna/ran)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed