sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 06 Jun 2019 22:01 WIB

Wakil Presiden FIFA Ditahan dan Diinterogasi di Prancis

Yanu Arifin - detikSport
Wakil Presiden FIFA, Ahmad, dikabarkan ditahan dan diinterogasi otoritas Prancis. (Foto: Philipp Schmidli/Getty Images) Wakil Presiden FIFA, Ahmad, dikabarkan ditahan dan diinterogasi otoritas Prancis. (Foto: Philipp Schmidli/Getty Images)
Paris - Kabar tak sedap datang dari FIFA. Wakil Presidennya, Ahmad, kabarnya ditahan dan diinterogasi otoritas Prancis. Ada apa?

Seperti dilaporkan AP, Ahmed ditahan dan diinterogasi otoritas Prancis di Paris, Kamis (6/6/2019) waktu setempat atau sehari sebelum kick off Piala Dunia Wanita digelar.

AP melaporkan, Ahmed, 59 tahun, sedang diinterogasi atas tuduhannya terkait mandatnya sebagai ketua Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF), yang mana jabatan itu ia dapatkan sejak 2017.

Sementara dari Afrika, media Jeune Afrique yang pertama kali merilis laporan ini, seperti dilansir AP, menyebut Ahmed diperiksa dalam proses investigasi sebuah kasus korupsi.

Ahmad dikabarkan dituduh oleh mantan sekjen CAF Amr Fahmy menyuap ketua asosiasi sepakbola dan menyalahgunakan ratusan ribu dolar.

Adapun FIFA langsung merilis pernyataan terkait kabar ini. Federasi sepakbola tertinggi di dunia itu mengaku tidak tahu menahu persoalan yang menimpa Ahmed.

"FIFA tidak mengetahui rincian seputar penyelidikan ini dan karena itu tidak dalam posisi untuk membuat komentar tentang hal itu secara khusus. FIFA meminta informasi apapun dari otoritas Prancis yang mungkin relevan dengan investigasi yang terjadi dalam komite etiknya," jelas pernyataan FIFA.




Kabar ini mencuat sehari setelah FIFA menetapkan Gianni Infantino sebagai presiden lagi untuk periode empat tahun ke depan atau hingga 2023 pada Rabu (5/6). Dalam pidatonya, Infantino disinyalir menyinggung masalah ini.

"Saya tahu ada sejumlah turbulensi. Saya akan mendesak Anda pada titik sulit ini untuk agar selalu tenang dan tetap semangat bersolidaritas. Cobalah untuk menemukan solusi, bukan masalah," katanya.

FIFA, sejak dipimpin Infantino mulai 2016, tengah berjuang memberantas berbagai skandal sejak para pejabat di era Sepp Blatter satu per satu ditangkap pada 2015.

Terakhir, saat terpilih kembali menjadi presiden, Infantino menegaskan, FIFA kini sudah cukup bersih dan transparan, serta kembali fokus membenahi persepakbolaan di dunia. (yna/ran)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed