Masih Banyak PR, Inggris!
Senin, 10 Okt 2005 15:01 WIB
Jakarta - Kemenangan 1-0 Inggris atas Austria akhir pekan lalu serta kekalahan Republik Ceko atas Belanda 2-0 menjadi momen kesuksesan Inggris menembus putaran final Piala Dunia tahun depan.Tak ayal, awan suka cita menaungi kubu Inggris saat ini. Tidak hanya itu saja nada optimisme bisa meraih gelar pun berhembus dari berbagai kalangan, termasuk pemain dan pelatih.Striker Michael Owen misalnya. Ia merasa bahwa Inggris bakal menjadi kandidat kuat peraih tropi Piala Dunia 2006 nanti. Bahkan Owen cukup pede menyatakan bahwa hanya Brasil yang bisa menjadi ancaman terberat timnya."Kami akan ke Jerman dengan skuad yang, terlepas dari keberadaan Brasil, saya yakin tidak akan bermasalah. Jika kami beruntung tidak ada yang cedera, kami bisa meraihnya," ungkap Owen seperti dilansir Sky.Nada yang sama diungkapkan arsitek Inggris Sven Goran-Eriksson. Pelatih asal Swedia ini menyatakan bahwa timnya sekarang merupakan sekumpulan dari pemain kelas dunia dan tidak ada alasan untuk meraih titel juara dunia tahun depan."Kami memiliki tim yang sangat bagus. Saya sangat yakin Inggris bakal memiliki Piala Dunia yang indah. Kami adalah satu dari empat atau lima tim yang bisa memenangi Piala Dunia," tukasnya.Dukungan juga diberikan oleh bek Phil Neville dan winger Joe Cole terhadap tim Inggris untuk meraih kesuksesan di Piala Dunia di Jerman nanti. Keduanya merasa skuad Eriksson memiliki kualitas yang pas untuk memboyong tropi tahun depan, terutama juga karena tangan dingin Eriksson menangani tim.Optimisme super tinggi ini pun ditambah dengan iming-iming bonus. Diberitakan harian The Suns, setiap pemain akan memperoleh 300 ribu poundsterling (sekitar Rp 5,3 miliar). Wow.Namun hal ini bisa menjadi bumerang tersendiri bagi tim Inggris. Jika mereka terlalu percaya diri dengan keberhasilan sesaat lalu, bisa-bisa mereka dipermalukan sejak awal.Lihat saja, kemenangan atas Austria bisa dibilang kurang impresif. Satu gol yang tercipta bukan diperoleh dari setup gol yang cantik, melainkan hanya dari titik putih penalti. Bisa dibilang Inggris cukup tertolong dengan keputusan wasit Luis Medina Castilejo.Namun jika merunut ke belakang, hasil buruk seperti melawan Irlandia Utara merupakan hal yang patut dicermati. Buruknya komunikasi lini tengah dan mandulnya barisan depan menjadi Pe-eR tersendiri bagi Eriksson. Tidak hanya itu saja, Inggris juga terancam hanya mendapat dukungan terbatas dari pendukung mereka. Pasalnya kuota tiket yang mereka harapkan terlalu sedikit bagi para fans mereka yang berjibun jumlahnya.Tantangan lagi Eriksson. Bisakah ia menyelesaikan Pe-eR-nya Juni tahun depan untuk memenuhi ambisi mereka memboyong titel Piala Dunia 2006 dengan segala kondisi yang ada? Kita lihat saja nanti. (ian/)











































