Klinsmann: Kami Pantas Diejek
Kamis, 13 Okt 2005 13:55 WIB
Jakarta - Pelatih Jerman Juergen Klinsmann membela fans yang mengejak kemenangan tipis timnya atas Cina 1-0. Menurut mantan striker "Tim Panser" tersebut skuad besutannya memang sedang dalam performa yang buruk. Jerman mengecewakan 49.000 fans yang memadati AOL-Arena di Hamburg, setelah juara dunia 3 kali tersebut hanya unggul tipis 1-0 atas Cina dalam sebuah pertandingan persahabatan, Kamis (13/10/2005) dinihari WIB. Kemenangan tipis atas tim gurem di persepakbolaan dunia tersebut menjadi puncak performa buruk tuan rumah Piala Dunia 2006 setelah beberapa hari lalu Michael Ballack dkk juga tak mampu menuai kemenangan atas Turki, dan malah takluk 1-2. Jika sebelumnya fans tampak memahami hasil buruk tim kesayangannya, pada pertandingan melawan Cina, fans melampiaskan kekecewaannya dengan ejekan dan cemoohan. Bagaimana tidak, melawan tim yang peringkatnya jauh di bawah mereka, Jerman hanya mampu menang 1-0. Satu-satunya gol pun tercipta lewat penalti yang dieksekusi Torsten Frings. "Saya mengerti sepenuhnya kekecewaan para fans," ucap Klinsmann seperti dilansir Reuters, Kamis (13/10/2005). "Orang berharap kami bisa mencetak gol lebih banyak melawan Cina. Harapan mereka terlalu tinggi. Tetapi itu memang bukan masalah. Memang kami lebih memilih untuk disemangati. Tapi kami memahami mereka. Lain waktu kami berharap mendapat aplaus lagi," tukasnya. Sebagai tuan rumah PD, Jerman tidak menjalani kualifikasi. Tetapi aplaus dari fans memang sangat kurang diterima skuad ini dalam pemanasannya menuju Piala Dunia 2006. "Tim Panser" sudah menelan dua kekalahan dari 5 pertandingan terakhir. Selain ditekuk Turki, beberapa waktu lalu mereka juga takluk atas Slovakia. Karena keterpurukan Jerman, beberapa kali Klinsmann didesak mundur oleh kalangan sepakbola di negerinya. Tetapi mantan anggota skuad Jerman di Piala Dunia 1990 itu bergeming. Menurutnya kritik merupakan bagian dari pekerjaannya dan dia harus menerimanya jika itu memang benar. "Bukan berarti kalau para pelatih kebal dari kritik. Kami sendiri orang-orang yang sangat kritis pada diri sendiri. Tapi ketika itu tidak berhasil memperbaiki diri kami, maka kami memang harus menerima kritik dari orang lain dan ejekan dari mereka, tandasnya. Foto: Juergen Klinsmann (AFP/Robert Michael) (mel/)











































