Pemain Kolombia Mogok
Jumat, 14 Okt 2005 11:22 WIB
Jakarta - Liga Kolombia terancam berhenti bergulir mulai hari Sabtu. Penyebabnya adalah mogok pemain yang dilakukan menyusul gagalnya kesepakatan mengenai dana pensiun. Mogok pemain dilakukan hanya beberapa hari setelah Kolombia dipastikan gagal lolos ke Piala Dunia. Tetapi bukan karena gagal lolos ke PD, para pemain memutuskan untuk mogok. Penyebabnya adalah penolakan pemilik klub atas beberapa permintaan yang dituntut para pemain dalam collective bargaining agreement (CBA). Dikatakan oleh Asosiai Pesepakbola Profesional Kolombia mogok akan diikuti oleh para pemain 14 dari 18 klub peserta liga utama mulai hari Sabtu (15/10/2005) mendatang."Para pemain memutuskan untuk berhenti bekerja mulai hari Sabtu.. itu dilakukan menyusul penolakan para direktur klub untuk menegosiasikan permintaan para pemain." Demikian pernyataan wakil asosiasi Luis Alberto Garcia seperti dilansir Reuters, Jumat (14/10/2005). Rencana mogok dilontarkan setelah wakil pemain dan klub gagal menyepakati CBA. Salah satu isu yang paling dituntut pemain adalah soal dana pensiun. Selama ini pemain yang membayar dana pensiun. Klub "memaksa" pemain melakukannya dengan cara memotong 10 persen dari kontrak mereka. Ada juga klub yang sama sekali tak membayar tunjangan. Para pemain juga menginginkan pembagian dari penjualan hak siar televisi. Yang lain adalah peningkatan gaji. Belum diketahui langkah antisipatif yang akan dilakukan oleh liga. Tetapi menurut kabar pihak liga siap melanjutkan kompetisi dengan mempergunakan para pemain dari klub remaja. Rencana mogok pemain ini akan menjadi yang pertama di Kolombia selama 57 tahun sejarah liga. Mogok pemain sebetulnya bukan hal yang baru di Amerika Selatan. Klub di Argentina, Cili dan Peru pernah melakukannya. Penyebabnya tak lain karena tekanan ekonomi dan carut-marutnya pengelolaan kompetisi. Foto: Pemain Kolombia Edixon Perea berebut bola (wldcup.com) (mel/)











































