Kecewa FIFA, Uzbekistan Lamar ke UEFA
Jumat, 21 Okt 2005 22:50 WIB
Jakarta - Uzbekistan masih menyimpan kekecewaan atas kegagalannya menembus putaran final Piala Dunia 2006. Negeri Asia Tengah tersebut berencana untuk melamar menjadi anggota UEFA. Ihwal kekecewaan Uzbekistan berawal dari babak play-off kualifikasi Piala Dunia 2006 Zona Asia melawan Bahrain. Dalam leg pertama yang berlangsung di Tashkent ketika itu Uzbekistan berhasil memetik kemenangan 1-0. Tetapi hasil pertandingan tersebut dibatalkan FIFA, dengan alasan terjadi kesalahan yang dilakukan oleh wasit Toshimitsu Yoshida. Oleh sebab itu FIFA memerintahkan partai tersebut diulang. Bencana terjadi setelah pada partai ulangan Bahrain berhasil menahan imbang Uzbekistan 1-1. Harapan Uzbekistan melangkah ke putaran final PD pupus setelah pada leg kedua yang digelar di Manama, Bahrain menahan imbang Uzbekistan 0-0, dan lolos berkat peraturan gol tandang. Meski Bahrain juga belum tentu lolos ke Jerman, karena masih harus menghadapi Trinidad & Tobago pada play-off berikutnya, tetapi Uzbekistan terlanjur kecewa berat. "Yang dilakukan FIFA terhadap kami sangat tidak adil. Kami selalu menginginkan untuk menjadi bagian dari UEFA. Dan setelah kejadian yang terakhir ini maka proses kepindahan kami akan mendapatkan momentum baru," tukas Alisher Nikimbayev, seorang ofisial di Asosiasi Sepakbola Uzbekistan (UFF) seperti dilansir Reuters, Jumat (21/10/2005). Secara geografis, Uzbekistan tidak bermasalah untuk pindah ke zona Eropa karena letaknya berdekatan dengan Rusia. Tetapi Nikimbayev tak menampik kegemilangan sepakbola Eropa membuat negerinya tergiur. "Kami bisa meningkatkan level permainan kami. Bermain di Liga Champions akan menjadi dorongan yang sangat berarti buat klub-klub kami, dan tentu saja akan menguntungkan secara finansial. Seluruh fans akan menyukainya. Bayangkan Real Madrid, Chelsea atau Manchester United bisa bermain di negara kami," tuturnya. Nikimbayev percaya tidak akan sulit untuk mewujudkan keinginan mereka, mengingat pengalaman dua negara yang pindah zona. Kazakhstan, tetangga Uzbekistan, menjadi anggota terakhir UEFA per 2002, sementara Australia resmi pindah ke Asia (anggota AFC) sejak awal tahun ini. "Jika Australia bisa menjadi anggota AFC, dan Kazakhstan menjadi anggota UEFA, kenapa kami tidak?," tandasnya. Foto: Uzbekistan berduka (AFP) (mel/)











































