Prancis Rusuh, Pemain Kritik Pemerintah
Rabu, 09 Nov 2005 22:52 WIB
Jakarta - Kerusuhan yang melanda berbagai kota di Prancis mendapat perhatian besar dari pesepakbola negeri itu. Mereka umumnya menyalahkan kebijakan pemerintah yang menyebabkan terjadinya tindakan kekerasan tersebut.Sejak dua pekan lalu, tepatnya pada Kamis (27/10/2005) Prancis dilanda kerusuhan. Aksi kekerasan tersebut bermula dari daerah-daerah pinggiran yang berpenduduk miskin yang dipicu meninggalnya dua pemuda dan kemudian menjalar menjadi isu kemiskinan dan rasisme.Tindakan kerusuhan yang dianggap sebagai ekspresi kemarahan para pemuda itu mengundang keprihatinan para pemain sepakbola. Mereka yang memang banyak berasal dari daerah pinggiran mendesak pemerintah untuk memberikan perhatian yang lebih besar pada kaum muda yang berada di wilayah tersebut."Saya tumbuh di daerah pinggiran dan saya merasa sangat dekat dengan pemuda itu. Situasi ini membuat saya muak. Tak ada seorang pun menanyakan hal tepat. Tak ada seorang pun yang mencoba melihat masalah yang sebenarnya terjadi," ungkap Lilian Thuram seperti diberitakan Reuters, Rabu (9/11/2005)."Masalah sebenarnya adalah ketakutan (terhadap para pemuda) tapi tak ada yang membicarakan cara yang terbaik untuk memberikan mereka perkerjaan. Orang lebih senang membicarakan ketakutan dibanding pengangguran.""Mereka (pemerintah) mencoba meyakinkan masyarakat bahwa para pemuda tersebut tak lain hanya para perusuh. Sebenarnya mereka mereka hanya mencari kambing hitam atas masalah pekerjaan yang tak bisa dipecahkan," seru Thuram kemudian.Hal senada juga diungkapkan gelandang Olympique Lyon, Florent Malouda. "Orang-orang di daerah pinggiran merasa putus asa dan hal itu akan selalu berakhir dengan jalan seperti ini.""Kami saat ini telah mencapai titik puncak. Masalah ini bukan hal baru dan pemecahannya masih harus ditemukan," ungkap Eric Abidal yang juga merumput di Lyon. "Ketika saya hidup di sana ada sebuah toko yang menolak mempekerjakan orang dari lingkungan kami," aku Abidal yang sempat tumbuh di daerah La Duchere pinggiran kota Lyon.Besarnya perhatian yang diberikan para pesepakbola Prancis dapat dimaklumi. Pasalnya banyak pemain yang kini berlaga bersama tim "Ayam Jantan" berasal dari daerah ini. Sebutnya saja Thierry Henry, Lilian Thuram sampai Zinedine Zidane sempat merasakan hidup di daerah pinggiran yang kumuh.Liga Prancis sendiri belum terpengaruh dengan kerusuhan yang terjadi di berbagai kota di penjuru negara itu. Pekan ke-14 hari Minggu dan Sabtu (5-6/11/2005) lalu seluruh kompetisi masih berjalan. Tapi jika tindak kekerasan masih belum mereda bukan tak mungkin Liga Prancis akan terpengaruh dan berbuntut pada diliburkannya kompetisi dengan alasan keamanan.Foto: Lilian Thuram beserta beberapa pemain Prancis lainnya mengkritik kebijakan pemerintah Prancis, yang dianggap memicu terjadinya kerusuhan (sportingheroes). (lom/)











































