Kalah 2-4, Swiss Tetap Lolos

Playoff PPD 2006

Kalah 2-4, Swiss Tetap Lolos

- Sepakbola
Kamis, 17 Nov 2005 05:39 WIB
Kalah 2-4, Swiss Tetap Lolos
Jakarta - Walau menderita kekalahan 2-4 atas Turki, Swiss memastikan jatah tiket Piala Dunia 2006 di tangannya. Skuad Jakob Kuhn itu tetap lolos ke Jerman berkat peraturan gol tandang.Dalam play off leg kedua Piala Dunia 2006, di stadion Sukru Saracoglu, Kamis (17/11/2005), Turki yang sempat tertinggal memang berhasil melakukan comeback gemilang dan menutup pertandingan dengan skor 2-4.Dengan hasil itu agregat kedua tim memang sama 4-4, namun Swiss diuntungkan dengan peraturan gol tandang. Johan Vogel dkk mampu mencetak dua gol di kandang peringkat tiga Piala Dunia 2002 itu. Swiss pun menggenggam satu tiket ke Piala Dunia 2006.Tuncay Sanli menyumbang hat-trick untuk kemenangan tuan rumah masing-masing di menit 22, 36 dan 89, sementara satu gol lainnya dilesakkan Necati Ates dari titk putih. Dua gol Swiss dicetak Alexander Frei juga melaui titik putih dan Marco Streller enam menit sebelum pertandingan berakhir.Mencoba mengejar ketinggalan dua gol di leg pertama, Turki malah harus dikagetkan dengan gol cepat Frei. Memanfaatkan hadiah penalti yang diberikan wasit menyusul hands ball Alpay Ozalan, Frei mampu membungkam publik tuan rumah. Tendangannya dari titik putih salah diantisipasi kiper Volkan Demirel.Tertinggal agregat 3-0, dan butuh empat gol untuk meraih tiket Piala Dunia, Turki menaikkan tensi serangan. Tuncay Sanli membuka harapan itu di menit 22. Berawal dari tendangan bebas Emre, Tuncay yang masuk dari second line gagal dikawal pemain belakang Swiss. Asa Turki makin besar beberapa menit berselang. Lagi-lagi Tuncay mampu merobek gawang Swiss. Memanfaatkan umpan panjang Ergun Penbe, Tuncay berhasil melanjutkan bola sundulan Hakan Sukur ke gawang Swiss.Babak pertama pun berakhir 2-1. Dua gol dibutuhkan Turki dibabak kedua untuk mengamankan tiket Piala Dunia.Tujuh menit memasuki babak kedua teriakan penonton tuan rumah kembali bergemuruh setelah wasit kembali menunjuk titik putih. Namun kali ini Turki yang mendapatkannya setelah pelangaran terjadi pada Serhat Arkin.Gol ketiga Turki pun terjadi setelah Zuberbuhler gagal menghalau arah datangnya bola yang dtembakkan Necati Ates. Dengan skor 3-1, hanya satu gol tambahan yang diperlukan Turki untuk lolos ke Jerman.Serangan pun kian giat dilancarkan Emre cs dari berbagai sisi. Tercacat beberapa peluang lahir dimuka gawang Swiss. Diantaranya lewat Emre dan Ates.Terlalu berkonsentrasi ke penyerangan, Turki harus kembali kebobolan. Lewat serangan balik yang cepat di menit 84, Marco Streller mampu lolos dari kawalan pemain belakang Turki dan mengecoh kiper Demirel. Keadan tersebut membuat skuad Fatih Terim butuh dua gol tambahan. Sayangnya dengan sedikitnya waktu yang tersisa hal tersebut urung terjadi. Sanli memang mampu menambah satu gol Turki di menit-menit akhir pertandingan, tapi dengan agregat 4-4 Turki tetap dinyatakan tidak lolos.Sayangnya di akhir pertandingan sempat terjadi insiden. Pendukung Turki yang tidak puas dengan hasil pertandingan tersebut melempari kesebelasan Swiss sebelum mereka sempat merayakan keberhasilan lolos ke Piala Dunia.Di terowongan menuju ruang ganti keributan antara kedua kesebelasan juga sempat terjadi. Untungnya pihak keamanan mampu melerai kedua tim dan memaksa mereka kembali ke ruang ganti masing-masing.Menurut laporan ofisial Swiss, salah seorang pemain pengganti mereka yang tidak sempat diturunkan, Stephane Grichting bahkan terpaksa dibawa ke rumah sakit karena kejadian di terowongan itu.Skuad:Turki: Volkan Demirel, Ozalan Alpay, Hamit Altintop, Tolga Seyhan, Belozoglu Emre (Basturk '82), Ergun Penbe, Selcuk Sahin, Serhat Akin (Tumer Metin '70), Necati Ates (Fatih Tekke '81), Tuncay Sanli, Hakan SukurSwiss: Pascal Zuberbuhler, Philipp Degen (Valon Behrami '46), Patrick Muller, Philippe Senderos, Christoph Spycher, Tranquillo Barnetta, Ricardo Cabanas, Johann Vogel, Raphael Wicky, Alexander Frei, Daniel Gygax (Marco Streller '31)Foto: Para pemain Swiss merayakan gol kedua yang dicetak Martin Streller (AFP/Ali Ozluer) (mel/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads