Polisi Ikut Pukuli Pemain

Kerusuhan Pasca Turki-Swiss

Polisi Ikut Pukuli Pemain

- Sepakbola
Kamis, 17 Nov 2005 22:44 WIB
Polisi Ikut Pukuli Pemain
Jakarta - Ada fakta menyedihkan yang mencuat dalam insiden terowongan seusai playoff leg kedua antara Turki melawan Swiss di Stadion Sukru Saracoglu, Istanbul. Pihak kepolisian ternyata ikut memukuli pemain Swiss. Adalah gelandang Swiss Johann Lonfat yang membeberkan insiden yang terjadi seusai pertandingan yang berakhir dengan skor 4-2 untuk Turki ini. Meski menang, Turki urung lolos ke Jerman karena peraturan gol tandang. Pada leg pertama, tim besutan Fatih Terim ini kalah 0-2. Diceritakan Lonfat situasi mulai tak kondusif buat timnya setelah peluit akhir dibunyikan wasit. Pendukung Turki yang kecewa dengan kegagalan timnya lolos ke Piala Dunia melempari kesebelasan Swiss dengan botol air mineral sebelum mereka sempat merayakan keberhasilan mereka.Keadaan makin memanas saat para pemain Swiss memasuki terowongan menuju ruang ganti. Keributan antar kedua kesebelasan tak terhindarkan, dan beberapa pemain Turki yang kecewa memukuli pemain Swiss. Insiden tersebut memang tak sempat meluas karena dilerai oleh pihak kepolisian. Tapi rupanya saat melerai perkelahian antar pemain ada oknum dari kepolisian yang juga turut memukuli pemain Swiss. "Seusai pertandingan para pemain kami segera berlari ke terowongan. Tetapi ada beberapa pemain Swiss yang dipukul oleh pemain Turki dan polisi yang semestinya menjadi penyedia keamanan," cerita Lonfat mengenai insiden tersebut kepada L'Equipe seperti dilansir Kamis (17/11/2005). Menurut klaim pihak Swiss insiden tersebut memakan korban dari pihaknya. Pemain cadangan Stephane Grichting harus dilarikan ke rumah sakit karena luka di bagian wajahnya. "Gritching mendapatkan beberapa pukulan. Wajahnya dipenuhi darah. Dia berangkat ke rumah sakit dalam kondisi terkejut," tutur Lonfat lagi. Selain luka berat yang dialami seorang pemain beberapa pemain Swiss serta mengalami penganiayaan. Johann Vogel, Benjamin Huggel, dan pelatih kiper Erich Burgener adalah beberapa orang yang diketahui menjadi korban. Tapi meski kebanyakan menjadi korban, ada juga pemain Swiss yang di duga melakukan pemukulan. Televisi Turki merekam ulah Huggel yang menendang asisten pelatih Turki Mehmet Ozdilek saat dia meninggalkan lapangan pertandingan."Kami belum melihat gambar insiden yang menimpa Huggel. Tetapi pada prinsipnya kami percaya kalau Huggel hanya membela diri setelah dia dan Tranquillo Barnetta diserang," tukas juru bicara Swiss Pierre Benoit. Foto: Reaksi kegembiraan para pemain cadangan Swiss menyambut lolosnya negeri ini ke Jerman. Sesaat setelah peluit tanda pertandingan berakhir pecah kerusuhan di terowongan menuju ruang ganti (AFP/Ali Ozluer) (mel/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads