Kerusuhan Pasca Turki-Swiss
Blatter: Bakal Ditindak Tegas
Kamis, 17 Nov 2005 23:05 WIB
Jakarta - Presiden FIFA Sepp Blatter memberikan pernyataannya mengenai kerusuhan yang terjadi pasca pertandingan play off Turki-Swiss. Ia menegaskan bahwa insiden tersebut bakal ditindak tegas.Laga leg kedua play off Turki melawan Swiss memang berakhir rusuh. Kubu Swiss menjadi korban aksi kericuhan ini yang membuat tidak sedikit korban luka pada pemain mereka.Karena itulah pihak FIFA segera menggelar rapat dadakan di Zurich hari ini, Kamis (17/11/2005). Tapi mengenai hasil rapat serta sanksi yang diberikan pada kubu yang bersalah bakal diumumkan pihak FIFA pada 9 Desember nanti, tanggal yang sama dengan drawing grup putaran final Piala Dunia 2006 Jerman.Dengan mengatasnamakan Presiden FIFA, Sepp Blatter menyayangkan aksi tersebut. Namun dengan tegas ia tidak akan memberi ampun dan akan menindak tegas pemantik insiden kerusuhan tersebut."Saya akan memberi tahu mengenai hal ini, bukan atas nama Swiss tapi sebagai Presiden FIFA, bahwa kami akan bertindak dan bertindak dengan tegas. Insiden ini merupakan anti fair play. Kubu Turki memiliki kesempatan untuk menjadi tuan rumah yang baik dan menunjukkan bahwa balas dendam atas kesalahan tidak terjadi di sepakbola," ungkap Blatter seperti dilansir BBC.Tak ayal kondisi ini membuat Turki terancam menerima sanksi yang cukup berat. Bahkan ada kemungkinan Turki bakal tidak diikutsertakan untuk kompetisi internasional berikutnya."Sanksi bisa berupa peringatan ringan hingga hukuman pada federasi sepakbola mereka, yang artinya tidak bisa ikut serta pada even Internasional berikutnya. Penyelidikan ini akan dilakukan termasuk kami juga akan menyelidiki kubu Swiss juga," ujar Blatter lagi.Turki Sesalkan Pernyataan BlatterMenanggapi pernyataan dari presiden FIFA tersebut, kubu Turki menyesalkan hal itu. Wakil ketua Federasi Sepakbola Turki Sekip Maosturoglu bahkan menyatakan kekecewaan atas komentar Blatter yang dianggap salah dan terlalu berpihak."Pernyataan dari Presiden FIFA sangat tidak menguntungkan. Sangat berbahaya dan salah bagi Blatter untuk memberi pernyataan tanpa melihat laporan dan data yang ada," sesal Maosturoglu.Ia menambahkan bahwa kekecewaan terdalam ketika Blatter membuat pernyataan tanpa menunggu kepastian dari badan yang dipimpinnya. Apalagi Blatter dinilai lebih berpihak pada negaranya (Blatter berkewarganegaraan Swiss) dan membuat kubu Turki makin disudutkan.Namun bagaimanapun juga kubu FIFA masih menyelidiki secara keseluruhan insiden kericuhan tersebut. Baik Turki maupun Swiss hanya cuma berharap hasil rapat yang bakal diumumkan 9 Desember nanti bisa tidak merugikan banyak pihak.Keterangan Foto: Sepp Blatter, netralitasnya dipertanyakan (BBC). (ian/)











































