Lagu Kebangsaan Mungkin Dihilangkan
Rabu, 23 Nov 2005 02:53 WIB
Jakarta - Lagu kebangsaan negara semestinya menjadi penggugah semangat dan kebanggaan buat tim peserta menjelang pertandingan interionasional. Tapi presiden FIFA Sepp Blatter malah ingin menghilangkannya.Apakah Blatter telah kehilangan sisi nasionalisme dalam sepakbola? Tidak. Sebaliknya, ia malah tengah berusaha menyelamatkan simbol tersebut dari pelecehan.Dalam wawancaranya dengan majalah Swiss Schweizer Illustrierte Blatter mengaku kaget dan sedih dengan insiden menjelang laga playoff Piala Dunia antara Turki versus Swiss belum lama ini.Di Zurich 12 November lalu, sebagian fans Swiss mengeluarkan cibiran saat lagu kebangsaan Turki diperdengarkan. Tiga hari kemudian, saat pertandingan digelar di Istanbul, giliran suporter Turki melakukan hal sama terhadap lagu kebangsaan tim tamu."Hal itu sungguh tindakan yang tidak hormat dan menghina kebanggaan sebuah negara," sesal Blatter dilansir AFP, Selasa (22/11/2005). "Saya jadi bertanya-tanya apakah masuk akal untuk meneruskan memperdengarkan lagu kebangsaan."Selain itu Blatter juga menegaskan pihaknya akan meneruskan investigasi soal kericuhan yang terjadi pasca Turki vs Swiss, di mana para pemain kedua kesebelasan sempat terlibat perkelahian di lorong menuju ruang ganti."Selama Anda mencampurkan nafsu dan emosi dengan nasionalisme yang berlebihan, maka akan tercipta situasi yang eksplosif. Inilah alasan kenapa memainkan lagu kebangsaan sedang dipertimbangkan kembali," tambahnya.(Sumber foto: AFP/Franck Fife) (a2s/)











































