Best Jalani Hidup yang Indah

Best Jalani Hidup yang Indah

- Sepakbola
Sabtu, 26 Nov 2005 11:32 WIB
Best Jalani Hidup yang Indah
Jakarta - Usia 59 untuk tutup usia mungkin terbilang cukup cepat. Namun legenda Manchester United George Best merasa sudah memiliki kenangan indah selama hidupnya yang lebih dari setengah abad ini.Seperti diberitakan sebelumnya, Best meninggal dunia di usia 59 tahun setelah menjalani perawatan intensif selama satu bulan lebih di rumah sakit Cromwell, Inggris. Kebiasaan minum-minuman keras yang membuat dirinya menjalani perawatan serius hingga akhirnya meninggal dunia Jumat (25/11/2005) malam.Meski demikian Best sempat mengeluarkan pernyataan terakhirnya sebelum meregang nyawa, yaitu bahwa ia memiliki kehidupan yang bahagia selama 59 tahun ini. Best mengaku memiliki kenangan indah dalam hidupnya itu."Saya tidak percaya saya pribadi menghancurkan apa yang Anda bilang bakat," ungkap Best kepada L'Espresso sebelum kematiannya."Saya bermain selama 12 tahun di MU dan memenangi segalanya. Saya tidak bisa melakukan yang lebih lagi. Mungkin saya bisa bermain sepakbola lebih lama lagi di level tertentu. Tapi saya pergi ke Amerika selama delapan tahun dan juga memperoleh kehidupan yang bahagia pula. Saya melakukan segalanya yang sudah saya rencanakan. Betul, temanku, kehidupanku merupakan kehidupan yang hebat," tambahnya lagi.Best melanjutkan bahwa kehidupan di masa lalunya lebih baik dibanding saat ini, termasuk dalam berkarir di dunia sepakbola Inggris. Menurutnya kompetisi saat ini sangat membosankan."Ketika saya mulai berkarir Inggris merupakan tempat yang fantastis. Orang-orang mulai bergaya dengan rambut panjang, bahkan saya juga melakukannya, musiknya sangat luar biasa, fasyennya juga keren dan sepakbola Inggris juga tidak terlalu buruk. Kami memenangi Piala Eropa dan setiap tahun kompetisi dimenang dengan tim yang berbeda. Sekarang hanya ada MU, Arsenal dan Chelsea. Sungguh membosankan," tandasnya.Terlepas dari hal itu, Best juga mengaku bahwa berkarir di MU merupakan puncak kebahagian dirinya. Raihan prestasi dan teriakan pendukung 'Setan Merah' menjadi faktor utama mengapa ia menyatakan hal ini."Merupakan suatu hal yang sangat saya impikan dalam hidupku, bermain bersama yang terbaik dan MU adalah yang terbaik. Saya mengingat tiap menitnya dan tiap saat. Apa yang tidak akan saya lupa adalah teriakan pendukung MU. Saya berjalan di lorong dan semua suara serasa menggelegar di kepalaku dan semakin saya mendekat semakin keras pula suara itu. Saya terasa terpacu," terangnya lagi.Sayangnya Best gagal lolos dari kondisi kritis yang dialaminya selama lebih dari satu bulan terakhir. Tapi tetap saja kontribusinya di dunia sepakbola tidak akan terlupakan.Foto: George Best (Ananova) (ian/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads