Pemain Inggris Rakus Bonus?

Pemain Inggris Rakus Bonus?

- Sepakbola
Selasa, 29 Nov 2005 13:44 WIB
Pemain Inggris Rakus Bonus?
Jakarta - Mendapat bonus setelah menjuarai satu turnamen besar seperti Piala Dunia memang layak diperoleh pemain. Tapi apa benar pemain Inggris menuntut bonus besar jika mereka memenangi Piala Dunia tahun depan?Mendapat bonus bagi seorang atlet ternyata tak hanya terjadi di dalam negeri. Inggris punya kebiasaan yang sama untuk menghargai prestasi yang diraih seorang olahragawan.Tapi kalau pemain kemudian memasang standar bonus itu memang kelewatan. Di beritakan beberapa media Inggris kalau pemain The Three Lions menjadi serakah dengan menuntut bonus sebesar 300.000 poundsterling (Rp 5,1 miliar) per orang jika mereka mampu membawa pulang Piala Dunia. Benarkah?Kapten David Beckham pun memberikan penjelasannya seputar isu standar bonus yang diminta rekan-rekannya itu."Kebenarannya adalah bahwa kami bahkan akan menerima (bonus) yang lebih sedikit dibanding Piala Dunia sebelumnya. Saya tahu pasti kalau setiap pemain di tim kami bersedia membela Inggris bahkan tanpa dibayar apapun," ungkap Beckham seperti diberitakan Yahoosports, Selasa (29/11/2005).Bonus dan uang ekstra memang menjadi bagian yang hampir tak terpisahkan dari dunia olahraga dewasa ini. Apalagi untuk atlet yang memang memiliki torehan prestasi gemilang.Beckham bukannya tidak menyadari hal itu. Tapi pemain berusia 30 tahun itu menegaskan kalau uang bukanlah segalanya, juga bukan motivasi terbesar dirinya dan rekan-rekannya di timnas Inggris."Memang selalu ada uang di sepakbola dan kami membicarakan bonus setiap kompetisi besar datang, tapi kami selalu dikritik dengan tuduhan serakah." "Padahal uang bukanlah segalanya. Kami tidak melakukan pertandingan dengan berpikiran akan mendapatkan uang jika menang. Terlalu banyak kebanggaan dan gairah di tim kami daripada sebuah bonus," terang pemain Real Madrid itu.Keterangan Foto: Benarkah tim Inggris menuntut bonus besar?(Wagerparadise) (din/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads