sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 04 Mar 2020 14:37 WIB

Ada Ancaman Virus Corona, UEFA Pede Piala Eropa 2020 Digelar Sesuai Rencana

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
LYON, FRANCE - FEBRUARY 26: Fans wearing face masks during the UEFA Champions League round of 16 first leg match between Olympique Lyon and Juventus at Parc Olympique on February 26, 2020 in Lyon, France. (Photo by Catherine Ivill/Getty Images) Virus corona mengancam gelaran Piala Eropa 2020. (Foto: Getty Images/Catherine Ivill)
Jakarta -

Merebaknya virus corona sejak akhir tahun 2019 lalu membuat sejumlah agenda olahraga terganggu dan terancam. Salah satu yang terancam adalah Piala Eropa 2020.

Virus corona sejauh ini sudah menginfeksi lebih dari 93 ribu orang di 76 negara sesuai catatan WHO. Total angka kematian mencapai 3.198 jiwa.

Sejumlah agenda olahraga mengalami pembatalan karena virus yang muncul di China ini. Di antaranya adalah GP Formula 1 China dan MotoGP Qatar, sementara Olimpiade 2020 Tokyo berpotensi ditunda.

Di sepakbola, Serie A Italia menjadi yang paling terdampak di lima liga top Eropa. Sejumlah pertandingan mengalami penundaan, termasuk Juventus vs Inter Milan.

Penyebaran virus yang cepat di Eropa pada prosesnya membuat Piala Eropa juga dispekulasikan. Terlebih dengan sebagian besar dari 12 negara tuan rumah seperti Italia, Inggris Raya, Irlandia, Belanda, Jerman, Spanyol, Denmark, Rumania, dan Rusia sudah mengonfirmasi kasus infeksi virus corona.

Italia sejauh ini jadi negara Eropa dengan kasus terbanyak, mencapai 2.502 kasus corona. Sementara Jerman dan Spanyol berturut-turut punya 196 dan 151 kasus.

Meski demikian, UEFA menegaskan belum ada pandangan untuk menunda, apalagi membatalkan Piala Eropa 2020. Saat ini UEFA dan seluruh pihak terkait terus berkomunikasi dan memantau perkembangan situasi.

"Saya sudah bicara dengan (Presiden FIFA - Gianni) Infantino dan dia bilang ke saya bahwa dia tidak pernah bilang kalau turnamen ini akan ditangguhkan. Kami optimistis," ujar Presiden UEFA Aleksander Ceferin.

"Kami bekerja keras untuk menemukan solusi terbaik dengan para pemerintah, tapi ini bukan situasi yang mudah. Kami mencari kemungkinan keamanan terbaik untuk para tim dan fans."

"Kalender kompetisi sudah terganggu di Italia dan solusi dibutuhkan. Tidak perlu khawatir. Belum ada yang diputuskan. Kami sedang menjalankan pertemuan dengan klub-klub dan perwakilan liga-liga," imbuhnya seperti dikutip AS.



Simak Video "8 Pegawai Dinas Kominfo Gorontalo Positif Covid, 48 ASN Tes Swab"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com