'Kalau Tak Senang, Scolari Boleh Pergi'
Selasa, 06 Des 2005 01:50 WIB
Jakarta - Komentar pelatih Portugal Luiz Felipe Scolari bahwa dirinya menerima perlakuan diskriminatif membuat Ketua Federasi Sepakbola Portugal Gilberto Madail berang. Scolari dipersilahkan pergi jika merasa tak senang.Scolari baru-baru ini mengungkapkan kekesalannya kepada surat kabar Portugal tentang perlakuan diskriminatif yang diterimanya, khususnya dari media. Mengutip ucapan komentator televisi lokal yang menyatakan Scolari sukses membawa Portugal di kualifikasi Piala Dunia "meski merupakan orang Brasil", pelatih asal Brasil itu merasa diperlakukan diskriminatif."Apa itu namanya? Diskriminasi!" ketusnya.Namun pernyataan Scolari ini justru dinilai tidak pantas oleh Madail. "Dia diperlakukan dengan sangat baik di Portugal. Saya tidak tahu apa maksudnya mengatakan itu, saya sama sekali tidak mengerti. Saya juga tidak tahu apakah dia ingin pergi atau tidak. Tetapi pintu selalu terbuka jika dia ingin keluar, itu bukan masalah," tegas Madail seperti dilansir AFP, Senn (5/12/2005).Pernyataan Madail ini kemungkinan dilatarbelakangi niat untuk menepis kabar bahwa isu diskriminasi marak terjadi di Portugal. Sebab sebenarnya Portugal sudah cukup lama disebut-sebut sebagai negara diskriminatif. Kasus yang sering terjadi diantaranya dalam hal mencari pekerjaan bagi warga imigran, bahkan untuk mendapatkan tempat tinggal. Padahal etnis Brasil merupakan yang komunitas pendatang terbesar di Portugal.Scolari sendiri mengawali karirnya di timnas Portugal sejak tahun 2003, dan sukses membawa Portugal ke babak final. Kontrak awalnya yang seharusnya berakhir Juli 2004 kemudian diperpanjang hingga Piala Dunia 2006 mendatang. Isu ini juga sempat memicu spekulasi bahwa Scolari akan meninggalkan Brasil ke Real Madrid. Untuk yang satu ini, pelati berusia 57 tahun itu enggan berkomentar.Foto: Luiz Filipe Scolari merasa didiskriminasikan (Footballadressa) (lom/)











































