Yang Datang Tuhannya Geovanni, Spirit Best Tidak
Kamis, 08 Des 2005 11:02 WIB
Jakarta - Jasad George Best ditanam di Belfast, Manchester United terkubur di Lisbon. Spirit Best tak datang ke Stadium of Light, sementara Geovanni diberi cahaya oleh tuhannya.Begitulah muatan "religius" hasil pertandingan Benfica versus MU dinihari tadi, yang jika mengatasnamakan negara maka membuat orang Inggris berkabung, sementara warga Portugal merayakan hari kemenangan.MU, penguasa dominan sepakbola Inggris dalam satu dasawarsa terakhir ini, untuk pertama kalinya sejak musim 1995-1996 tereliminasi dari putaran grup Liga Champions.Tidak itu saja, klub yang menggelari dirinya "The Pride of England" itu bahkan terlempar dari kompetisi Eropa karena lolos ke Piala UEFA pun tidak. Mereka jadi juru kunci di Grup D, kalah oleh Villareal, Benfica, dan Lille."Ini bukan momen terbaik buat klub ini," Sir Alex Ferguson menyadari itu, sekalipun ia dan komunitasnya punya momen khusus buat menuai hasil istimewa dari pertandingan tersebut. Hampir empat dekade yang lalu, tepatnya 39 tahun silam, MU menjadi raja atas Benfica di Lisbon. Di leg kedua perempatfinal Piala Champions waktu itu, "Setan Merah" menang telak 5-1 -- dan secara agegat unggul 8-3.Pada pertandingan itu legenda MU George Best memperlihatkan salah satu aksi paling fenomenal dalam karirnya. Ia memberi penjelasan kepada semua orang kenapa dirinya disebut 'jenius' di lapangan hijau -- dan juga tajam karena mencetak dua gol. Dalam lawatannya kali ini ke Estadio Da Luz atau Stadium of Light alias Stadion Cahaya, MU semestinya membawa kenangan manis 1966 itu sebagai bantuan psikologis buat menghadapi Benfica. Maklum, posisi mereka sedang gawat dan terancam gagal.Pers setempat pun ikut memberi semangat dengan membangkitkan "spirit" Best, yang minggu lalu wafat dalam usia 59 tahun. Mungkin dari dunia lain ia masih bisa membisikkan rahasia celah-celah stadion tersebut kepada Wayne Rooney dan kawan-kawan.Tapi spirit Best agaknya tidak jadi datang -- atau bisikannya tidak terdengar karena tertutup oleh teriakan-teriakan lantang puluhan ribu suporter tuan rumah? Faktanya, Scholes membuat satu gol, tapi Edwin van der Saar kebobolan dua gol. MU takluk 1-2, masa berkabung komunitas Red Devils diperpanjang.Di pihak lain, mukjizat mendatangani anak-anak Benfica. Bahwa Tuhan ikut turun tangan dalam pertandingan ini diyakini betul oleh Geovanni, yang mengukir gol pertama tuan rumah di menit 16 sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 1-1."Pada waktu yang tepat, Tuhan itu kesatuan yang konstan. Tuhan memasukkan (gol) itu dan memberiku kesempatan untuk memasukkan Benfica ke babak selanjutnya," ungkap mantan pemain Barcelona asal Brasil itu. Begitulah, saat ini Tuhan sedang berpihak pada Geovanni dan Benfica. Spirit Best? Mungkin sedang sibuk berurusan dengan tuhannya di akherat sana. Foto: George Best in memoriam. Kejayaannya di Lisbon 1966 tidak menular pada Wayne Rooney cs di Estadio Da Luz 2005. (AFP/Adrian Dennis). (a2s/)










































