Neraka di Grup C

Drawing Piala Dunia 2006

Neraka di Grup C

- Sepakbola
Sabtu, 10 Des 2005 05:08 WIB
Neraka di Grup C
Jakarta - Hasil drawing Piala Dunia 2006 Jerman, Sabtu (10/12/2005) menunjukkan banyak kejutan. Grup C menjadi perhatian karena dua tim besar dunia bakal saling berhadapan. Ya, grup C bisa dibilang sebagai grup neraka. Pasalnya mantan juara dunia, Argentina dan Belanda, berada di grup ini. Kedua negara tersebut bakal didampingi wakil Afrika Pantai Gading dan Serbia Montenegro.Bagaimana dengan tuan rumah Jerman? Grup A menjadi tempat bernaung juara dunia tiga kali ini bersama Kosta Rika, Polandia dan Ekuador. Diprediksi Jerman bakal mudah melaju ke babak selanjutnya di turnamen ini, namun sang pelatih Juergen Klinsmann tidak mau menganggap remeh bakal lawannya ini."Kami senang. Setiap lawan memang berat. Ekuador cukup kuat karena mereka mengalahkan Brasil di babak kualifikasi, begitu pun Kosta Rika dan Polandia akan sangat berat," ungkap Klinsman sesaat setelah drawing di Leipzig Exhibition Center.Di grup B Inggris, Paraguay, Trinidad dan Tobago serta Swedia menjadi pengisinya. Diperkirakan bakal terjadi persaingan seru antara keempat tim ini karena bisa dibilang kekuatan mereka merata. Juara bertahan Brasil bakal memperoleh ujian pertamanya di babak grup oleh Kroasia, Australia dan Jepang, yang semuanya berada di grup F.Partai pembuka di pesta sepakbola dunia ini sendiri bakal dilangsungkan 9 Juni antara Jerman melawan Kosta Rika. Allianz Arena, kandang Bayern Munich, menjadi lokasi digelarnya laga pertama Piala Dunia 2006 ini. Pembagian Grup Piala Dunia 2006:Grup AJermanKosta RikaPolandiaEkuadorGrup BInggrisParaguayTrinidad and TobagoSwediaGrup CArgentinaPantai GadingSerbia dan MontenegroBelandaGrup DMeksikoIranAngolaPortugalGrup EItaliaGhanaAmerika SerikatRepublik CeskaGrup FBrasilKroasiaAustraliaJepangGrup GPrancisSwissKorea SelatanTogoGrup HSpanyolUkrainaTunisiaSaudi ArabiaFoto: Para pelatih dan asisten pelatih pengisi Grup C saling bersalaman setelah drawing Piala Dunia 2006 dilakukan (AFP/Michael Kappeler). (ian/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads