Pape Diouf, Eks Bos Marseille, Meninggal karena Virus Corona

Yanu Arifin - Sepakbola
Rabu, 01 Apr 2020 10:50 WIB
(FILES) This file photo taken on March 23, 2007 in Marseille shows former president of Marseille football club
Pape Diouf, mantan presiden Marseille, meninggal akibat virus corona. (Foto: BORIS HORVAT/AFP Photo)
Marseille -

Virus corona kembali merenggut korban dari lapangan hijau. Pape Diouf, mantan presiden Marseille, meninggal usai terjangkit COVID-19.

Dilaporkan Guardian, Diouf meninggal di Senegal. Pria 68 tahun itu rupanya meninggal usai tertular virus corona yang sedang mewabah.

"Olympique de Marseille mengetahui dengan kesedihan yang mendalam atas kematian Pape Diouf. Pape akan berada selamanya di hati fans Marseille sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah klub. Kami ucapkan belasungkawa untuk keluarga dan orang-orang tersayangnya," tulis Marseille di Twitter.

Diouf merupakan orang kulit hitam pertama yang bisa menjadi presiden klub kasta tertinggi di Eropa, ketika memimpin Marseille pada 2005. Ia memimpin Les Olympiens hingga 2009, dan membawa klub sempat bersaing memperebutkan titel Ligue 1.

Diouf juga mantan jurnalis dan agen sepakbola. Sebagai agen, ia pernah menangani banyak pemain top seperti Marcel Desailly, Basile Boli, Wiliam Gallas, Samir Nasri, dan Didier Drogba.

Berpulangnya Diouf juga membuat sepakbola Prancis berduka. Lewat situs resminya, Badan Kompetisi Sepakbola Prancis (LFP) menyampaikan ucapan bela sungkawanya.

"Liga Sepakbola Profesional mendapat kabar kesedihan yang mendalam atas meninggalnya Pape Diouf di usia 68 tahun. Jurnalis, agen, dan presiden Marseille pada 2005 hingga 2009, Pape Diouf mendedikasikan hidupnya di sepakbola," tulis LFP.

"Anggota administratif dewan LFP pada September 2007 hingga Juni 2009, Pape Diouf akan dikenang sebagai sosok direktur yang karismatik dan bergairah."

"Dalam momen yang sangat sedih ini bagi sepakbola Prancis, LFP turut berduka untuk keluarga dan mereka yang dekat denganya, juga kepada Olympique de Marseille," tutur pernyataan LFP.



Simak Video "Lagi dan Lagi, Rusia Cetak Rekor Kematian Akibat Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(yna/krs)