Klub Out Dari Kompetisi

Fans Rasis

Klub Out Dari Kompetisi

- Sepakbola
Rabu, 14 Des 2005 00:12 WIB
Klub Out Dari Kompetisi
Jakarta - Maraknya kasus rasisme akhir-akhir ini mengundang keprihatinan UEFA. Organisasi sepakbola Eropa itu bahkan akan membuat peraturan yang memungkinkan klub yang fansnya rasis keluar dari kompetisi. Beberapa kasus rasisme terutama tengah marak di Italia. Di kompetisi paling bergengsi negeri ini, Seri A, pemain Messina Marc Zoro bahkan sempat mengancam untuk menghentikan partai melawan Inter Milan, karena tidak tahan dengan ejekan berbau rasis dari para fans Inter. Kasus yang dialami Zoro cuma sebagian kecil dari aksi rasisme di Italia. Fans dari kota Roma, Lazio dan AS Roma, beberapa kali mendapatkan peringatan karena ulah fans garis keras yang kerap memasang simbol-simbol fasis. Atas maraknya kasus rasisme, yang mencapai puncaknya pada pertandingan Messina vs Inter, otoritas sepakbola Italia memang langsung bereaksi cepat. Diantaranya dengan melakukan kampanye anti rasisme berupa penundaan kick-off pertandingan selama lima menit. Tetapi langkah tersebut dirasa UEFA belum cukup. Akibatnya mereka berharap liga tidak hanya memberikan denda atau larangan bertanding, melainkan sanksi sangat keras. "Kita harus menggunakan sanksi paling keras yang berakibat pengeluaran klub dari kompetisi. Bukan hanya kompetisi yang digelar oleh UEFA tetapi juga kompetisi domestik masing-masing," tukas ketua eksekutif UEFA, Lars-Christer Olsson seperti dilansir AP, Rabu (14/12/2005).Ditambahkan Olsson penerapan aturan itu secepatnya akan dilaksanakan. Enam bulan dari sekarang, UEFA mempertimbangkan alternatif hukuman seperti pengurangan angka atau pengeluaran klub dari kompetisi (UEFA). Meski hukuman itu keras, tetapi sejumlah pertimbangan sedang dibahas UEFA. Sebab jika dipaksakan maka hal tersebut tidak hanya menghukum fans rasis (yang jumlahnya minoritas) tetapi juga fans yang benar-benar mencintai klubnya."Itu akan menjadi situasi yang membingungkan karena pertandingan tak bisa ditentukan di ruangan dewan. Hal tersebut harus ditentukan di lapangan," tandasnya. (mel/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads