Wapres FIFA Kecam Wartawan
Rabu, 04 Jan 2006 10:06 WIB
Jakarta - Kesal diberitakan miring soal distribusi tiket Piala Dunia, Wakil Presiden FIFA Jack Warner mengecam dua wartawan internasional yang telah menodai reputasinya.Dua wartawan yang berasal dari Inggris dan Trinidad & Tobaggo itu dianggap Warner tidak memberitakan berdasar fakta yang benar. Tulisan Andrew Jenning dan Lasana Liburd yang berjudul Foul membahas adanya korupsi di dalam organisasi Federasi Sepakbola Dunia itu.Salah satunya dibahas tentang Warner yang memonopoli distribusi tiket Piala Dunia 2006 bagi warga Trinidad & Tobago lewat perusahaan miliknya. Merasa reputasinya telah dirusak dan bisa membahayakan keselamatan keluarganya, Warner mengeluarkan kecamannya. Bahkan lewat penyelidikan yang dilakukannya, terbukti Liburd dan Jennings tengah menggalang gerakan anti penjabat FIFA."Bahkan saat saya berbicara sekarang ini, Liburd dan rekannya dari Inggris itu sudah berencana untuk melakukan kampanye anti-Joseph Blatter (Presiden FIFA) dan anti-Warner di kawasan Karibia dan kemudian di Jamaika," ujar Warner kesal seperti dilansir AFP, Rabu (4/1/2006).Warner sendiri merupakan penasehat Federasi Sepakboal Trinidad & Tobago (TTFF) dan pemilik biro travel Simpaul's yang menawarkan paket perjalanan seharga 5000 dollar untuk pergi ke Jerman termasuk tiket Piala Dunia. Warner menjelaskan bahwa Simpaul's Travel telah membayar 586.692 euro kepada sebuah operator tur Eropa untuk mendapatkan tiket Piala Dunia 2006. TTFF juga sudah mengajukan aplikasi untuk mendapat tiket dan belum ada jaminan bagi siapapun yang membeli tiket melalui perusahaannya bakal tiba di Jerman karena dia sendiri belum tahu berapa jatah tiket yang diperolehnya.Tetapi Warner mengakui bahwa sebagai penasehat TTFF, dia sudah membayarkan hutang senilai US$ 2 juta dollar yang dimiliki organisasi itu plus tambahan US$ 40 ribu lagi kepada Simpaul's.Dengan kata lain, meski mempunyai jabatan di FIFA, Warner seakan menegaskan kalau dirinya tidak terlibat langsung dalam distribusi tiket yang digawangi perusahaan travelnya. Foto: Warner kesal diberitakan 'bermain' dalam pendistribusian tiket (guardian) (erk/)











































