Kisah Timnas Indonesia Jumpa Maradona: Jadi Lawan, Makan Bareng

Muhammad Robbani - Sepakbola
Kamis, 26 Nov 2020 20:33 WIB
Mural Diego Maradona
Timnas Indonesia mengenang momen bertemu Diego Maradona di Piala Dunia Junior 1979. (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Piala Dunia Junior 1979 tak cuma mempertemukan Indonesia dengan Argentina yang diperkuat Diego Maradona di atas lapangan. Mereka menginap di hotel yang sama.

Piala Dunia Junior adalah nama lama dari Piala Dunia U-20. Takdir langsung menempatkan Indonesia mendapat lawan berat pada debutnya di Piala Dunia Junior yang saat itu diselenggarakan di Jepang.

Indonesia tergabung di Grup B bersama Argentina, Polandia, dan Yugoslavia. Tak ayal Indonesia cuma menjadi penggembira karena tiga kali kalah di fase grup.

Indonesia dikalahkan Argentina dengan skor 0-5, kalah 0-6 dari Polandia, dan kalah 0-5 dari Yugoslavia. Bambang Nurdiansyah cs menjadi juru kunci grup tanpa mencetak gol dan meraih poin.

Di luar keterpurukan Indonesia, ajang ini menjadi pengalaman berharga buat pemain-pemain Garuda Muda. Khususnya soal kesempatan mereka bertanding melawan Argentina yang diperkuat pemain-pemain seperti Maradona, Ruben Diaz, hingga Juan Barbas.

Di atas lapangan Indonesia jelas tak berdaya dari Argentina. Tapi mereka juga berkesempatan bertegur sapa di luar pertandingan karena tim satu grup ditempatkan di hotel yang sama.

"Jangankan papasan dengan Maradona dan pemain Argentina, makan pun kita bareng. Karena setiap makan kan jamnya sama," kata Bambang Nurdiansyah kepada detikSport.

"Yang beda paling mejanya. Yang memisahkan itu saja. Indonesia dikasih lima meja, Argentina di meja lainnya. Kalau makan ya papasan, bukan Maradona saja, ada Ramon Diaz juga," ujarnya menambahkan.

Kebintangan Maradona sudah terpancar meski saat itu usianya masih 18 tahun. Sejak usia 16 tahun, dia sudah diberikan kesempatan tampil di Timnas Argentina Senior.

Tak heran kalau pemain-pemain Indonesia pun silau dengan sosok Maradona meski usianya relatif sepantaran. Melihat Maradona di media massa sudah menjadi makanan sehari-hari pemain Indonesia.

Saat itu, Maradona memang disebut-sebut sebagai calon bintang dunia baru sedari usia dini. Benar saja, ia pun menjadi pemain terbaik Piala Dunia Junior 1979 dan membawa Argentina menjadi juaranya.

Setelahnya, karier Maradona terus berlanjut bersama. Ia juga berkesempatan bahu-membahu bersama Mario Kempes tim senior Argentina.

Mario Kempes sempat berlabuh ke Indonesia dengan bergabung ke Pelita Jaya pada ujung kariernya. Tak hanya sebagai pemain, Mario Kempes sempat menjadi juru taktik Pelita Jaya pada 1995-1996.

Kebetulan, Bambang Nurdiansyah juga pernah memperkuat Pelita Jaya kala masih dilatih Mario Kempes. Membahas Maradona pun menjadi perbincangan yang tak terhindarkan kala Bambang Nurdiansyah berada satu tim bersama Mario Kempes.

"Ya Mario Kempes pernah menjadi pelatih di Pelita. Ya sempat lah pasti membahas Maradona. Tapi nggak banyak karena Mario Kempes orangnya nggak terlalu terbuka," ucap Bambang Nurdiansyah.

(cas/bay)