sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 29 Des 2020 17:05 WIB

Pesangon Beres, Tuchel Resmi Tinggalkan PSG

Mohammad Resha Pratama - detikSport
ISTANBUL, TURKEY - OCTOBER 28: Thomas Tuchel, Head Coach of Paris Saint-Germain reacts following the UEFA Champions League Group H stage match between Istanbul Basaksehir and Paris Saint-Germain at Basaksehir Fatih Terim Stadyumu on October 28, 2020 in Istanbul, Turkey. Sporting stadiums around Turkey remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Ozan Kose - Pool/Getty Images) Thomas Tuchel resmi meninggalkan Paris Saint-Germain (Getty Images/Pool)
Paris -

Thomas Tuchel akhirnya resmi meninggalkan Paris Saint-Germain. Ini setelah Tuchel menuntaskan urusan uang pesangon dengan klub.

PSG mengumumkan kepergian Tuchel, Selasa (29/12/2020) sore WIB. Peresmian pemecatan Tuchel ini selang lima hari setelah kabar pemecatannya muncul ke publik.

"Saya ingin berterima kasih kepada Thomas Tuchel dan stafnya atas segala hal yang telah diberikan kepada klub. Thomas sudah bekerja keras dan mencurahkan selurun energinya. Tentunya kami akan selalu mengingat masa-masa indah bersama. Saya mendoakan yang terbaik untuk kariernya ke depan," ujar presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi, dalam pernyataan resmi klub.

Baru sekarang Paris Saint-Germain dan Tuchel resmi berpisah, sekalipun kabar pemecatan itu sudah muncul pada pekan lalu. Ini diperkirakan karena adanya persoalan pembayaran pesangon dari klub ke Tuchel.

Saat diberhentikan PSG, kontrak Thomas Tuchel sebenarnya masih tersisa sampai dengan bulan Juni 2021. Sebagai konsekuensi, hal itu membuat Paris Saint-Germain harus membayar paket pemecatan sekitar 6 juta euro atau sekitar Rp 103 miliar.

Tuchel dipecat pekan lalu hanya berselisih beberapa jam setelah kemenangan 4-0 atas Strasbourg. Padahal PSG sebenarnya masih bersaing di jalur juara dengan Lille dan Lyon, meski berada di posisi ketiga klasemen.

Tapi, performa PSG di bawah Tuchel belakangan ini tidak memuaskan, terutama dari segi permainan. Padahal PSG diperkuat banyak pemain bintang.

Menurut The Athletic, persoalan utama pemecatan Tuchel adalah wawancara dengan media beberapa waktu lalu yang isinya mengkritik kebijakan klub -- walaupun Tuchel juga sudah memberi klarifikasi soal wawancara tersebut.

Thomas Tuchel sudah melatih Paris Saint-Germain sejak 2018 dengan torehan dua gelar Ligue 1, serta satu gelar Piala Prancis dan Piala Liga Prancis. Kandidat terkuat pengganti Tuchel adalah Mauricio Pochettino.

(mrp/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com