sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 07 Jan 2021 07:40 WIB

Pro Catalunya Merdeka, Pep Tak Diajak Masuk Grup WA Eks Pemain Spanyol

Mohammad Resha Pratama - detikSport
STOKE ON TRENT, ENGLAND - MARCH 12:  Josep Guardiola, Manager of Manchester City adjusts a yellow ribbon prior to the Premier League match between Stoke City and Manchester City at Bet365 Stadium on March 12, 2018 in Stoke on Trent, England.  (Photo by Gareth Copley/Getty Images) Pep Guardiola tak diajak masuk grup WA karena pro Catalunya merdeka (Getty Images/Gareth Copley)
Manchester -

Pep Guardiola adalah sosok yang pro-kemerdekaan Catalunya. Karena itulah, Guardiola sampai tak diajak masuk grup whatsapp eks pemain Timnas Spanyol.

Hal itu diungkapkan Guardiola dalam dokumenter 'Play it Again, Pep" ketika ditanya soal perbedaan politiknya dengan anggota skuat Timnas Spanyol di Olimpiade 1992.

Skuat saat disebut generasi terbaik Tim Matador karena berhasil meraih medali emas. Guardiola berada satu tim dengan nama-nama top seperti Alfonso Perez, Santiago Canizares, Luis Enrique, Albert Ferrer, Jose Amavisca, dan Kiko.

Nah, seperti sewajarnya reunian di era teknologi modern saat ini, para pemain itu pun membuat grup whatsapp sehingga bisa berkomunikasi intens.

"Alumni skuat Barcelona 92 adalah tim yang luar biasa dan mereka baru saja membentu grup Whatsapp tanpa diriku... Maaf Canizares, Anda belum mengundang, bukan saya yang tidak ingin masuk ke grup itu. Saya sudah tahu sekarang," ujar Pep Guardiola seperti dikutip Daily Mail.

Nah, usut punya usut, Guardiola tidak diundang ternyata karena perbedaan ideologi politiknya. Guardiola dikenal sangat pro kemerdekaan Catalunya dan kerap mengungkapkan kritik keras kepada pemerintah Spanyol yang semena-mena kepada rakyat Catalan.

Bahkan Guardiola pernah didenda besar pada 2018 karena menggunakan pita kuning di lengannya saat mendampingi Manchester City di Premier League. Bahkan Guardiola pada 2017 sempat mempersembahkan kemenangan City untuk pemimpin partai politik Catalunya yang dipenjara.

Hal ini kemudian membuat Canizares kesal bukan main. Buat Canizares, apa yang dilakukan Pep Guardiola tidak bisa diterima karena mengejek negara Spanyol yang membesarkan namanya sebagai pesepakbola.

"Saya merasa kesal ketika dia menjelek-jelekkan Spanyol. Saya tidak tahu kapan otaknya bisa ngawur seperti itu. Saya ingat pada 1992, Guardiola bicara soal politik kepada kami dengan cara moderat. Kami masih bisa bercanda. Dia senang masuk timnas Spanyol. Bahkan kami menangis bareng ketika Spanyol kalah," papar Canizares.

"Itulah pengalaman saya dengannya. Kami ngobrol santai sih soal politik, tidak ada kaitannya dengan sejarah yang ada saat ini, terlepas Guardiola terlibat atau tidak. Kini segalanya jadi menjijikkan, kami tidak lagi saling menghormati. Saya sudah hilang kontak dengannya," sambung Canizares.

(mrp/bay)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com