Senegal: Kami Dirampok
Rabu, 08 Feb 2006 18:55 WIB
Jakarta - Kekalahan kontroversial di final Piala Afrika 2006 atas Mesir masih menyisakan kekecewaan buat Senegal. Para pemain Senegal pun dengan latang berteriak "Kami dirampok." Kekalahan atas tuan rumah memang sangat menyesakkan kubu Senegal. Dalam pertandingan itu mereka punya kesempatan menyamakan kedudukan setelah tertinggal 1-2 setelah playmaker Diomansy Kamara dijegal bek Mesir, Ibrahim Said di kotak penalti. Alih-alih memberi penalti untuk pelanggaran tersebut wasit asal Kamerun Divine Evehe malah hanya memberikan tendangan gawang. Hal tersebut yang membuat Senegal merasa dirampok. "Tentu saja kami merasa dirampok. Ada penalti yang sangat jelas yang anda bisa melihatnya dalam rekaman televisi," tukas Kamara seperti dikutip guardian, Rabu (8/2/2006). "Itu menjadi titik balik pertandingan ini. Saya melihat wasit dan saya pikir dia akan memberikannya. Dia bahkan sempat menuju titik putih. Sungguh tidak bisa diterima," tambahnya. Yang membuat Senegal tambah terpukul Evehe memberikan penalti untuk Mesir di babak pertama. Padahal kesalahannya serupa dengan yang terjadi di penghujung babak kedua itu. "Wasit seharusnya memberi kami penalti. Hal itu merupakan peraturan buat semua orang, entah itu dia dalam posisi tuan rumah atau bukan. Tetapi dia (Evehe) tidak memberikannya dan kami tersingkir," tukasnya. Pendapat Kamara diamini oleh rekannya El Hadji Diouf. Gara-gara insiden tersebut pemain Bolton ini menyerukan publik untuk mempertanyakan kredibilitas wasit-wasit yang bertugas di Piala Afrika selama ini. "Di Tunisia saya merasa kami tak pantas tersingkir. Di sini pun kami tetap tak merasa pantas tersingkir. Tampaknya harus dilakukan evaluasi terhadap sistem perwasitan di ajang ini," tukasnya. Dua tahun lalu Senegal juga tersingkir dari Piala Afrika setelah didepak tuan rumah Tunisia, juga dalam semifinal yang kontroversial. "Saya tahu mereka adalah tuan rumah, tetapi hal seperti itu bukan olahraga. Olahraga adalah mengenai tim terbaik yang menang, oleh karena itu kekalahan ini sangat sulit untuk diterima," tandasnya. Foto: Gol Mamadou Niang tidak cukup untuk mengantar Senegal ke final Piala Afrika 2006 (AFP/CRIS BOURONCLE) (mel/)











































