Rijkaard, Musuh Baru Mourinho
Senin, 20 Feb 2006 16:43 WIB
Jakarta - Orang bijak bilang, musuh janganlah dicari. Tapi entah kenapa selalu saja ada nama baru dalam daftar "rival sengit" Jose Mourinho. Di list terakhir tercantum nama Frank Rijkaard.Sebelumnya, tengok dulu nama-nama yang pernah menghiasi daftar "musuh" pria Portugal itu. Tiga tahun lalu Mourinho pernah berseteru dengan manajer Manchester United Sir Alex Ferguson, saat ia masih menukangi FC Porto.Permusuhan dipicu oleh kartu merah yang diberikan wasit kepada kapten MU Roy Keane di pertandingan Liga Champions. Fergie berang dan menepis jabatan tangan Mourinho karena kesal pada kiper Porto Vitor Baia yang dianggapnya berakting.Mourinho tidak tengsin dan malah melontarkan kalimat-kalimat yang bikin merah kuping "si pipi merah" dari Skotlandia itu. Namun perseteruan itu mencair justru setelah Mourinho mendekat ke Fergie dengan pindah ke Inggris untuk menukangi Chelsea.Entah bagaimana ceritanya, tahu-tahu Mourinho dan Fergie terbiasa bertukar sampanye dan minum bersama sehabis tim mereka bertemu. Pers juga cukup sering mengutip ucapan-ucapan mereka yang bukan lagi berisi sindiran melainkan saling puji.Sehabis Fergie, Arsene Wenger masuk list tersebut. Tingkat "kebencian" mereka bahkan lebih tinggi daripada Mourinho dengan Fergie. Puncaknya adalah ketika Wenger sempat berencana membawa rivalnya itu ke pengadilan karena dianggap telah melampaui batas psywar.Mourinho rupanya cukup kaget dengan reaksi Wenger. Ia pun "berinisiatif" meredakan ketegangan mereka dan diam-diam mengirimi lawannya itu kartu Natal. Lepas dari Wenger, Mourinho kedatangan Rafa Benitez. Seringnya Chelsea bertemu Liverpool dalam dua musim terakhir membuat mereka berkali-kali "perang urat syaraf", yang rupanya lumayan "seru" buat dikonsumsi publik.Sampai saat ini belum pernah terdengar dari mulut Benitez pengakuan bahwa tim Mourinho lebih hebat daripada The Reds -- apalagi Mourinho, yang faktanya lebih sering menang ketimbang orang Spanyol itu.Nah, "musuh" terakhir Mourinho adalah Frank Rijkaard, pelatih Barcelona saat ini. Api ketidaksukaan di antara mereka terpercik pada musim lalu, saat Chelsea bertemu Barca di babak 16 Besar Liga Champions.Pada pertemuan pertama di Nou Camp, Mourinho meradang habis-habisan demi melihat Rijkaard bercakap-cakap akrab dengan wasit Anders Frisk dan mengaku memergoki pelatih asal Belanda itu masuk ruang wasit saat jeda turun minum.Mourinho berang bukan kepalang karena Didier Drogba diusir dari lapangan dan timnya kalah 1-2. Namun ia bisa tetap jumawa setelah melabrak el Barca di Stamford Bridge dengan skor 4-2 -- dalam laga yang diwarnai penghinaan rasisme penonton The Blues terhadap Samuel Eto'o.Kini, menjelang pertemuan mereka lagi di kandang Chelsea, Kamis (23/2/2006) dinihari WIB, sejumput tema sudah dilepas untuk dipersengketakan. Soal apa? Lapangan.Kubu Barca mengeluhkan kondisi Stamford Bridge karena bisa membuat pemain cedera. Ini tentu membuat kesal sekaligus malu pihak Chelsea, yang notabene merupakan salah satu tim terkaya di dunia."Betul lapangan kami tidak bagus, tentu saja kritikan itu wajar. Tetapi hanya orang bodoh yang berpikir tim seperti Chelsea dengan kualitas yang dimilikinya, senang dengan kondisi ini," ujar Mourinho.Tapi ia tidak berhenti sampai di situ karena ia selalu punya cara untuk menyerang balik lawan-lawannya. Mourinho pun menyindir kondisi di Nou Camp demi banyak pemain Barca yang mengalami cedera."Mungkin Anda perlu bertaya kepada Barcelona, mengapa mereka mengalami banyak cedera, khususnya lutut. Mungkin lapangan mereka terlalu bagus." Wow, panas nih?Bagaimana tanggapan Rijkaard? Orang ini sebenarnya bukan tipikal pelatih yang gemar mengobral omongan kepada publik. Maka reaksi yang diberikannya pun terkesan "cool"."Topik lapangan ini terlalu digembor-gemborkan. Aku tak mau memulai kontroversi baru. Aku telah membaca semua diskusi tentang lapangan di Stamford Bridge, dan bagiku tidak ada yang kontroversial.""Kami juga menyadari bagaimana cara Chelsea menghadapi pertandingan ini. Aku akan bersikap tenang. Di lapangan toh ada wasit yang akan mengawasi hal-hal semacam ini," pungkasnya.Well, kita tunggu saja perkembangan cerita Mourinho versus Rijkaard nanti. (a2s/)











































