Pemilik Inter Milan Bubarkan Klubnya di China, Padahal Habis Juara

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Senin, 01 Mar 2021 19:40 WIB
(FILES) This file photo taken on November 12, 2020 shows Jiangsu Suning players and staff members celebrating after their team defeated Guangzhou Evergrande to win the Chinese Super League (CSL) football championship in Suzhou, in Chinas eastern Jiangsu province. - The
Jiangsu Suning dibubarkan tak sampai empat bulan usai menjuarai Liga China (AFP/STR)
Nanjing -

Inter Milan harus ekstra waspada terkait keberlangsungan klub tersebut. Sebab pemiliknya Suning Group baru saja membubarkan klubnya di Liga China, Jiangsu Suning.

Dikabarkan Football-Italia, pembubaran Jiangsu Suning hanya berjarak 108 hari setelah mereka menjuarai Liga Super China November lalu, dengan mengalahkan Guangzhou Evergrande di final.

Sebab, Jiangsu Suning tidak bisa memenuhi tenggat waktu pendaftaran pemain untuk tampil di Liga Champions Asia. Alhasil, mereka pun mundur dari ajang tersebut.

Suning Group sebagai pemilik Jiangsu secara resmi membubarkan tim per 28 Februari atau sekitar lima tahun usai membeli klub pada Desember 2015. Tak cuma tim utama, tapi Suning juga membuarkan tim sepakbola wanita dan akademinya.

Pandemi virus corona disebut sudah membuat keuangan Suning Group menjadi carut-marut, sehingga memutuskan fokus di usaha utamanya, yakni bisnis ritel ketimbang non-ritel.

"Karena tumpang tindih berbagai elemen yang tidak dapat dikendalikan, Jiangsu Football Club secara efektif tidak dapat menjamin kelanjutan aktivitas. Mulai saat ini, Jiangsu Football Club dibubarkan," ujar pernyataan resmi Suning.

"Dalam enam bulan terakhir, klub telah berusaha keras untuk memastikan keberlanjutan klub ini, tanpa kehilangan peluang apa pun. Aktivitas di setiap tim akan dihentikan. Di saat yang sama, kami berharap masalah yang berkaitan dengan pengembangan di masa depan akan terus berlanjut dengan skala besar, mungkin dengan perusahaan baru yang bersedia mengambil alih."

Pembubaran tim seperti jadi puncak dari persoalan keuangan klub itu sejak November lalu, di mana gaji para pemain tidak dibayarkan sehingga membuat beberapa pemain top, termasuk Alex Teixeira dan Eder menolak perpanjangan kontrak.

Selain itu, pelatih Cosmin Olaroiu juga tidak memperpanjang masa tinggalnya setelah kontraknya diputus pada 11 Februari. Dibubarkannya Jiangsu Suning FC ini menimbulkan kekhawatiran di Italia.

Sebab Inter Milan saat ini dilanda krisis keuangan yang membuat Suning berkeinginan menjual klub itu kepada investor baru. Sampai saat ini baru ada BC Partners yang bersedia membayar sekitar 750-800 juta paun.

(mrp/krs)