Meski Menang atas Irlandia Utara, Italia Jelek Banget di Babak II

Putra Rusdi K - Sepakbola
Jumat, 26 Mar 2021 06:20 WIB
PARMA, ITALY - MARCH 25: Jordan Thompson of Northern Ireland battles for possession with Matteo Pessina of Italy during the FIFA World Cup 2022 Qatar qualifying match between Italy and Northern Ireland on March 25, 2021 in Parma, Italy. Sporting stadiums around Italy remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Marco Luzzani/Getty Images)
Italia tampil buruk di babak kedua saat menghadapi Irlandia Utara (Foto: Getty Images/Marco Luzzani)
Parma -

Penampilan timnas Italia di babak kedua saat menghadapi Irlandia Utara mendapat sorotan. Gli Azzurri tampil buruk selepas jeda meski mampu menang 2-0.

Italia berhasil mengalahkan Irlandia Utara 2-0 pada laga perdana di Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Ernio Tardini, Jumat (26/3/2021) dini hari WIB. Dua gol kemenangan Gli Azzurri semuanya lahir di babak pertama lewat Domenico Berardi (menit ke-14) dan Ciro Immobile (38').

Meski menang, penampilan Italia selepas jeda banyak disorot. Performa La Nazionale menurun drastis daripada di babak pertama.

Italia tampak kesulitan mengembangkan permainan di babak kedua. Mereka bahkan lebih sering ditekan oleh Irlandia Utara.

Sepanjang 45 kedua, Italia sama sekali tak melepas sepakan ke arah gawang dari empat percobaan. Tim tamu yang tampil agresif bisa membuat enam tembakan dengan dengan tiga on target.

Italia terselamatkan karena penampilan apik Gianluigi Donnarumma. Ia bisa membendung tiga tembakan ke arah gawang Irlandia Utara tersebut dengan baik.

Pilar Italia, Alessandro Florenzi, mengakui bahwa timnya tampil buruk di babak kedua. Mereka kesulitan mengatasi permainan Irlandia Utara yang sangat mengandalkan fisik.

Ini tentu menjadi pekerjaan rumah untuk pelatih Italia Roberto Mancini. Italia tentu tak boleh lagi kendor di babak kedua pada laga-laga kedua.

"Sepuluh menit selepas jeda, mereka bermain sangat agresif dan mengandalkan fisik mereka," ujar Florenzi dikutip dari Football Italia.

"Kami memiliki Lorenzo Pellegrini yang selalu bebas untuk menerima bola empan. Namun setelah jeda, mereka menutup umpan kepadanya Kami butuh beberapa saat untuk menemukan jalan lain."

"Kondisi seperti ini tak boleh terulang lagi. Kami perlu mengembangkan diri lagi," jelasnya.



Simak Video "55 Polisi Terluka Atasi Kerusuhan di Irlandia Utara "
[Gambas:Video 20detik]
(pur/rin)