Marseille Ancam Boikot
Jumat, 03 Mar 2006 18:28 WIB
Jakarta - Khawatir dengan ulah fans Paris St Germain, Marseille mengancam memboikot partai lanjutan Liga Prancis yang berlangsung di Parc des Princes. Keinginan untuk boikot yang dilontarkan Marseille dipicu ketidakberesan distribusi tiket oleh PSG. Dijelaskan ketua umum Marseille, Pepe Diouf, pihaknya sebelumnya meminta 500 tiket untuk fans mereka kepada pihak PSG. Tapi entah apa alasannya PSG tak memenuhinya. Belakangan Marseille tahu kalau tim yang kini berada di posisi 8 klasemen itu justru menjual jatah tiket mereka ke pendukungnya sendiri. Tindakan itu tak hanya memicu kemarahan mereka, tapi bisa berakibat kericuhan masal. "PSG bersalah karena dua hal. Pertama mereka menolak menyediakan 500 tiket yang kami minta dan justru menjualnya pada fans mereka sendiri. Artinya mereka akan duduk di atas suporter kami," ucap Diouf kepada L'Equipe, Jumat (3/3/2006). "Yang dilakukan dapat memicu kerusuhan. Itu merupakan kegilaan dan tindakan yang tidak kompeten. Tetapi kami bukan boneka PSG dan kami bisa memutuskan untuk tak bermain," tambah Diouf. Di Prancis, Marseille dan PSG memang punya sejarah rivalitas yang panjang. Tidak jarang suporter kedua kubu yang fanatik bentrok. Puncaknya tahun lalu ketika Marseille bertandang ke Paris, bus para pemain ditimpuki fans PSG hingga menyebabkan pecahnya kaca-kaca. Oleh karena itu tak heran jika menjelang laga yang berlangsung hari Minggu (5/3/2006) mendatang sekitar 1.200 petugas keamanan akan dikerahkan untuk mengamankan lokasi pertandingan. Foto: Duel Marseille vs PSG selalu berpotensi "panas luar-dalam" (AFP/Gerard Julien). (mel/)











































