Messi Bantu Pesepakbola Amerika Latin Dapatkan Vaksin COVID-19

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Kamis, 15 Apr 2021 23:10 WIB
LIMA, PERU - NOVEMBER 17: Lionel Messi of Argentina gestures during a match between Peru and Argentina as part of South American Qualifiers for World Cup FIFA Qatar 2022 at Estadio Nacional de Lima on November 17, 2020 in Lima, Peru. (Photo by Ernesto Benavides - Pool/Getty Images)
Lionel Messi bantu pesepakbola Amerika Latin dapatkan vaksin corona (Getty Images/Pool)
Rio de Janeiro -

Federasi Sepakbola Amerika Selatan (CONMEBOL) mendapat bantuan vaksin dalam jumlah besar jelang Copa America 2021. Ini semua gara-gara Lionel Messi.

Copa America yang sejatinya dihelat tahun lalu di Argentina-Kolombia akhirnya diundur ke 13 Juni-10 Juli mendatang. Ini semua gara-gara pandemi virus corona.

Meski demikian tetap ada kekhawatiran bahwa pandemi di Negara Amerika Latin belum teratasi dengan baik, layaknya di Eropa. Maka dari itu dibutuhkan vaksin dalam jumlah besar untuk seluruh negara peserta.

Tak cuma itu, para perangkat pertandingan dan panitia Copa America juga masuk dalam prioritas. Untungnya CONMEBOL dalam hal ini mendapat bantuan 50.000 dosis vaksin dari perusahaan farmasi asal China, Sinovac.

Hal itu bisa terwujud gara-gara Presiden Uruguay Luis Lacalle Pou memberikan tiga jersey Barcelona bertandatangan Messi kepada petinggi Sinovac.

Kebetulan petinggi Sinovac adalah fans Barcelona dan juga Messi. Alhasil, Sinovac setuju untuk memprioritaskan pengiriman vaksin dalam jumlah besar agar seluruh pemain di liga-liga top Amerika Latin bisa divaksin sebelum Copa America dimulai.

"Para petinggi Sinovac begitu mengagumi Lionel Messi. Dia pun mengirimkan tiga jersey untuk kami serahkan kepada mereka (Sinovac)," ujar salah satu ofisial CONMEBOL, Gonzalo Belloso, di akun twitternya.

"Kami ingin semua pemain divaksinasi sebelum Copa America."



Meski demikian, pemberian vaksin secara cuma-cuma oleh Sinovac dikritik keras otoritas kesehatan Brasil Anvisa. Menurut Anvisa, vaksin tersebut tetap harus melewati izin edar dari mereka sebelum disuntikkan.

Apalagi, Sinovac sempat dikritik karena tingkat kemanjuran virusnya cuma 60-55 persen. Brasil sebagai salah satu negara pengguna Sinovac saja baru memvaksinasi sekitar 13 persen dari total populasinya atau 27,8 juta orang.

Pandemi virus corona di Brasil termasuk salah satu yang tertinggi, dengan tingkat kematian sekitar ribuan orang per harinya.

(mrp/cas)