Euro 2020: Rapuhnya Lini Belakang Masih Jadi PR Jerman

Putra Rusdi K - Sepakbola
Kamis, 03 Jun 2021 17:20 WIB
INNSBRUCK, AUSTRIA - JUNE 02: Thomas Muller of Germany reacts after the international friendly match between Germany and Denmark at Tivoli Stadion on June 02, 2021 in Innsbruck, Austria. (Photo by Alexander Hassenstein/Getty Images)
Rapuhnya lini belakang masih menjadi PR Jerman sebelum Piala Eropa 2020 (Foto: Getty Images/Alexander Hassenstein)
Innsburk -

Rapuhnya lini belakang Jerman masih menjadi pekerjaan rumah Joachim Loew. Ia harus memperbaiki hal itu sebelum Jerman bermain di Grup Neraka pada Euro 2020 yang digelar tahun ini.

Jerman tertahan 1-1 oleh Denmark di Tivoli Stadion Tirol pada laga ujicoba menjelang Piala Eropa 2020, Kamis (3/6/2021) dini hari WIB. Die Mannnschaft mampu unggul lebih dulu melalui Florian Neuhaus pada menit ke-48. Namun, Yussuf Poulsen kemudian menyetarakan angka pada menit ke-71.

Kembali bermainnya Mats Hummels dan Niklas Suele di jantung pertahanan Jerman membuat tampil lebih solid. Meski demikian, pelatih Jerman, Joachim Loew belum sepenuhnya puas dengan penampilan bertahan anak asuhannya.

Pasalnya, Jerman masih kecolongan oleh gol Poulsen yang membuat mereka gagal meraih kemenangan. Loew mengungkap skuadnya harus lebih meningkatkan fokus mereka dalam bertahan.

"Kami sudah kehilangan bola beberapa kali terlebih dahulu. Kemudian lawan punya ruang dan peluang. Suele harusnya bisa menutup celah lebih cepat dengan memblokir bagian tengah," ujar Loew dikutip dari Bavaria Footballworks.

"Kami bertahan dengan baik untuk waktu yang lama, itu lebih baik. Namun, kami kehilangan koordinasi di pertengahan babak kedua," jelasnya.

Rapuhnya lini belakang jelas menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Loew sebelum Euro 2020. Lini belakang memang menjadi titik lemah Die Mannschaft dalam beberapa laga terakhir.

Jerman hanya mencatatkan tiga kali cleansheet dalam 12 laga di sepanjang 2020-2021. Nationalelf juga kebobolan dengan jumlah gol yang sangat banyak dalam rentang laga tersebut.

Mereka kebobolan 19 gol dari 12 laga. Yang paling parah adalah saat Jerman kalah 0-6 dari Spanyol di ajang UEFA Nations League.

Hal ini jelas tak boleh lagi terulang di Piala Eropa 2020. Apalagi, Jerman tergabung di Grup Neraka Grup F Euro 2020 bersama Portugal, Prancis, dan Hongaria.

(pur/krs)