Manuel Neuer Dukung LGBT di Euro 2020, Diselidiki UEFA

Yanu Arifin - Sepakbola
Senin, 21 Jun 2021 04:00 WIB
MUNICH, GERMANY - JUNE 15: Manuel Neuer of Germany reacts during the UEFA Euro 2020 Championship Group F match between France and Germany at Football Arena Munich on June 15, 2021 in Munich, Germany. (Photo by Matthias Hangst/Getty Images)
Kiper sekaligus kapten Timnas Jerman, Manuel Neuer, mengenakan ban kapten berwarna pelangi simbol LGBT di gelaran Euro 2020. (Foto: Matthias Hangst/Getty Images)
Munich -

Manuel Neuer memperlihatkan dukungannya kepada komunitas LGBT (Lesbian Gay Biseksual dan Transgender), di gelaran Euro 2020. UEFA langsung menyelidikinya.

Neuer menjadi kapten Timnas Jerman di Euro 2020. Ia pun mengenakan ban kapten di dua laga awal Die Mannschaft, yakni saat melawan Prancis dan Portugal.

Ban kapten itu menjadi sorotan. Sebab, Neuer mengenakan ban kapten dengan motif warna pelangi, yang menjadi simbol LGBT.

MUNICH, GERMANY - JUNE 15: Manuel Neuer of Germany reacts after France's first goal, an own goal scored by team mate Mats Hummels (Not pictured) during the UEFA Euro 2020 Championship Group F match between France and Germany at Football Arena Munich on June 15, 2021 in Munich, Germany. (Photo by Matthias Hangst/Getty Images)Manuel Neuer di laga Grup F Euro 2020 antara Prancis vs Jerman, mengenakan ban kapten berwarna pelangi. (Foto: Matthias Hangst/Getty Images)

Bukan tanpa sebab Neuer mengenakan ban kapten motif pelangi itu. Bulan Juni memang menjadi Pride Month, atau ketika banyak orang di dunia mendukung komunitasLGBT.

Pride Month sendiri menjadi ajang peringatan atas penggerebekan polisi pada komunitas gay bernama Stonewall Inn di New York, pada 1969, yang berujung kericuhan. Sejak saat itu, Pride Month dilakukan untuk mengenang represi polisi, sekaligus upaya untuk menyuarakan hak-hak LGBT.

Dan Neuer, yang turut mengenakan ban kapten pelangi di Euro 2020, kabarnya diselidiki UEFA. Menurut The Athletic, sikap kiper Bayern Munich itu mengenakan ban kapten pelangi dianggap 'pernyataan politik'.

UEFA menganggap ban kapten pelangi Neuer sebagai simbol politik. Sementara UEFA melarang pemain dan tim mendemonstrasikan politiknya. Imbasnya, Federasi Sepakbola Jerman (DFB), seperti dilaporkan The Athletic, bisa terancam denda.

Sikap UEFA, yang kabarnya menyelidiki Manuel Neuer karena ban kapten berupa simbol LGBT, dikecam Christian Rudolph. Anggota Dewan LSVD (Federasi Lesbian dan Gay Jerman), mempertanyakan sikap UEFA.

MUNICH, GERMANY - JUNE 19: Manuel Neuer of Germany makes a pass whilst under pressure from Bernardo Silva of Portugal during the UEFA Euro 2020 Championship Group F match between Portugal and Germany at Football Arena Munich on June 19, 2021 in Munich, Germany. (Photo by Matthias Hangst/Getty Images)Manuel Neuer, saat melawan Portugal, masih mengenakan ban kapten pelanginya. Foto: Matthias Hangst/Getty Images

"Itu tidak dapat diterima. Ini adalah tanda yang fatal. Kami saat ini berada di Bulan Kebanggaan [Pride Month], dan pada acara olahraga paling penting bulan ini, haruskah pemakaian ban kapten pelangi dicegah?" kata Rudolph, secara terpisah dilansir Mirror.

"UEFA juga perlu memikirkan siapa yang diwakilinya. Bagaimana seharusnya para atlet memikirkannya sekarang? Kami berkomitmen untuk membuat sepakbola lebih terbuka."

"Dan bulan ini, kami juga ingin mengirimkan sinyal kepada semua atlet dari komunitas LGBTI. Penting bagi kami bahwa Neuer dapat mengenakan ban kapten pelangi selama sebulan penuh. Ini sekarang nilai-nilai yang diwakili DFB," jelasnya.

Jerman, yang tergabung di Grup F, akan menghadapi Hongaria di Allianz-Arena. Kabarnya, Jerman akan menyulap tampilan stadion milik Bayern Munich itu dengan warna pelangi.

Di gelaran Euro 2020, isu LGBT menjadi sorotan. Khususnya yang terjadi di Hongaria, salah satu tuan rumah turnamen.

Hongaria menjadi tuan rumah fase Grup F, saat melawan Portugal dan Prancis, di Puskas Arena. Pada laga pertama melawan Portugal, terlihat spanduk bernada homofobik masih terpampang.

Di antara 60 ribu penonton yang memadati menonton pertandingan Euro 2020, terlihat spanduk yang isinya menentang komunitas LGBT di negaranya. Hal itu terjadi, tak lama setelah Parlemen Hongaria, yang dikepalai pemimpin sayap kanan Viktor Orban, baru saja mengesahkan UU Anti LGBT di negaranya.

(yna/bay)