G14 Tuntut FIFA Rp 9,5 T
Selasa, 21 Mar 2006 11:05 WIB
Jakarta - Merasa dirugikan oleh peraturan FIFA soal pemanggilan pemain oleh negaranya, 18 klub besar Eropa yang tergabung dalam G14 mengajukan tuntutan sebesar 860 juta Euro (Rp 9,5 T) kepada otoritas tertinggi sepakbola dunia itu.Seperti diberitakan sebelumnya, G14 sedang membantu sebuah klub asal Belgia, Chaleroi, yang mengajukan FIFA ke pengadilan karena seorang pemainnya cedera saat membela Maroko menghadapi Burkina Faso, November 2004 lalu. Chaleroi merasa sangat dirugikan karena akibat cedera tersebut sang pemain terpaksa absen sampai semusim penuh. Lewat salah satu peraturannya FIFA memang mewajibkan klub untuk melepas pemainnya jika ia dipanngil untuk memperkuat negaranya di event internasional. Masalah inilah yang kemudian dikeluhkan G14 dan memutuskan untuk meyelesaikannya lewat pengadilan.G14 bukannya sama sekali melarang pemainnya dipanggil oleh negaranya, tapi yang kemudian menjadi masalah besar adalah saat kembali dari memperkuat negaranya, si pemain ternyata mengalami cedera. Dan berdasarkan salah satu peraturan yang dibuat FIFA -- termuat dalam Article 37 of FIFA Regulation -- maka pihak yang wajib membiayai semua pengobatan, asuransi disamping tentu saja tetap membayar gaji pemain selama ia absen adalah klub.Dengan alasan itulah G14 melalui pengadilan Belgia mengajukan tuntutan ganti rugi pada organisasi pimpinan Sepp Blatter itu. Lewat pengacaranya, Jean-Louis Dupont, G14 menuntut FIFA untuk membayar kompensasi kerugian yang disebabkan cederanya pemain saat membela negaranya. Tidak tanggung-tanggung, G14 menuntut kompensasi yang diberikan merupakan penjumlahan selama 10 tahun ke belakang yang jumlahnya mencapai 860 juta Euro."G14 menuntut FIFA sebesar 860 juta Euro untuk mengganti segala macam kerugian yang diderita 18 klub yang berada di G14 selama 10 tahun terakhir. Jumlah ini akan menutupi segala biaya yang disebabkan absennya sang pemain karena cedera saat membela negaranya," seru Dupont seperti diberitakan Yahoosports, Selasa (21/3/2006).Dalam kesempatan yang sama, G14 juga meminta FIFA merevisi salah satu peraturannya yang mereka anggap sebagai "penyalahgunaan kekuasaan". Peraturan tersebut menyatakan kalau pemain yang cedera atau tidak dapat memenuhi panggilan memperkuat negaranya, maka pemain tersebut juga tak boleh ditahan oleh pihak klub. Dan G14 merasa peraturan tersebut bertentangan dengan hak asasi yang berlaku di Eropa. (din/)











































