Sterling Curhat, Dapat Penalti karena Lawan Memang Julurkan Kaki

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Kamis, 08 Jul 2021 18:35 WIB
LONDON, ENGLAND - JULY 07: Raheem Sterling of England is fouled by Mathias Jensen of Denmark inside the penalty area, leading to England being awarded a penalty during the UEFA Euro 2020 Championship Semi-final match between England and Denmark at Wembley Stadium on July 07, 2021 in London, England. (Photo by Laurence Griffiths/Getty Images)
Raheem Sterling memenangkan penalti kala Inggris melawan Denmark di semifinal Euro 2020. (Foto: Getty Images/Laurence Griffiths)
Jakarta -

Aksi Raheem Sterling berbuah penalti yang akhirnya memenangkan Inggris atas Denmark. Penalti itu dipertanyakan karena kontak yang terjadi dinilai minimal.

Sterling jadi sosok yang memenangkan penalti kala Inggris menghadapi Denmark di Wembley, Kamis (8/7/2021) dini hari WIB pada semifinal Euro 2020. Dalam kedudukan 1-1 di babak tambahan, ia menusuk di sisi kanan di dalam kotak penalti.

Winger Manchester City itu dalam tekanan dua pemain, yakni Joakim Maehle dan Mathias Jensen. Baik Maehle dan Jensen sama-sama mencoba menghentikan Sterling, tapi keduanya dinilai tak melakukan kontak yang signifikan.

Soal ini, Raheem Sterling menegaskan ia mendapatkan ganjalan dari Maehle di belakangnya.

"Ya (itu penalti), saya masuk ke kotak penalti, dia menjulurkan kaki kanannya dan dia menyentuh kaki saya. Jadi itu jelas penalti," ungkap pemain 26 tahun itu kepada ITV dikutip Metro.

Penalti Harry Kane sebenarnya dihalau oleh Kasper Schmeichel, tapi bola rebound berhasil disambar ke dalam gawang. Gol itu memenangkan Inggris dengan skor 2-1, sekaligus mengantarkan The Three Lions menantang Italia pada final di Wembley, Senin (12/7) dini hari WIB.

"Itu adalah penampilan yang top, kami harus bekerja keras. Ini pertama kalinya kami kebobolan di turnamen ini tapi kami memulihkan diri dengan baik, menunjukkan semangat tim yang bagus untuk bangkit dan menang," sambung Sterling.

"Betapa berartinya sepakbola untuk negara ini, Anda bisa melihatnya dari seberapa banyak orang yang datang malam ini. Energinya, atmosfernya, teriakan-teriakannya, banyak yang melepas kaus. Kami akan kembali, kami akan merayakan ini sejenak dan mulai besok, fokusnya ke Italia," ujar mantan pemain Liverpool tersebut.

(raw/krs)