Jack Grealish Ngamuk soal Algojo Penalti Inggris

Yanu Arifin - Sepakbola
Selasa, 13 Jul 2021 01:00 WIB
MIDDLESBROUGH, ENGLAND - JUNE 02: England player Jack Grealish looks on during the international friendly match between England and Austria at Riverside Stadium on June 02, 2021 in Middlesbrough, England. (Photo by Stu Forster/Getty Images)
Gelandang Inggris, Jack Grealish. (Foto: Stu Forster/Getty Images)
London -

Inggris kalah adu penalti dari Italia di final Euro 2020. Gelandang Jack Grealish angkat suara, marah-marah perihal masalah algojo The Three Lions.

Inggris harus mengubur mimpi mengangkat trofi Piala Eropa pertamanya. Kekalahan adu penalti ditelan dari Italia di babak final.

Final Euro 2020 yang pertemukan Italia vs Inggris tersaji di Stadion Wembley, London, Senin (12/7/2021) dini hari WIB. Laga sebenarnya berjalan ketat.

Inggris sempat unggul cepat dari Italia, setelah Luke Shaw membobol gawang Gianluigi Donnarumma pada menit ke-2. Namun, pasukan Roberto Mancini membalas di babak kedua, lewat gol Leonardo Bonucci.

Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal tuntas. Italia vs Inggris lanjut ke babak tambahan, dan masih tak ada gol di 30 menit berikutnya. Adu penalti mesti dilakukan untuk menentukan pemenangnya.

Di fase genting itu, Italia menang 3-2. Tiga penendang Inggris, yakni Marcus Rashford, Jadon Sancho, dan Bukayo Saka gagal menaklukkan kiper lawan. Sementara dari kubu Italia, hanya Andrea Belotti dan Jorginho yang tak mampu menceploskan bola ke dalam gawang Inggris. Italia menjadi juara Euro 2020.

Terkait adu penalti, banyak yang mempertanyakan pemilihan algojonya. Sebab, beberapa pemain senior malah tak menjadi lima penendang utama.

Tak ada nama Raheem Sterling atau Jack Grealish yang maju menjadi penendang. Sebaliknya, Rashford, Sancho, dan Bukayo Saka, yang notabenenya masih muda, malah dipilih.

Beberapa pemain senior kena kecam akibat hal itu. Salah satu yang vokal mengkritik masalah itu adalah Roy Keane, eks kapten Manchester United.

Dan Grealish tak terima. Pemain Aston Villa itu angkat suara, menjelaskan bahwa tak ada pemain senior yang menolak maju menjadi penendang penalti.

"Saya katakan, saya ingin menendangnya!" tulis Grealish di Twitter-nya, saat membalas berita soal kritikan yang dialamatkan kepada pemain senior macam dirinya.

"Manajer membuat banyak keputusan tepat sepanjang turnamen, dan dia melakukannya lagi malam ini. Tapu saya tidak akan biarkan orang-orang bilang saya tak ingin menendang penalti ketika saya bilang siap melakukannya," tambahnya.

Bagi Inggris, mereka masih puasa gelar turnamen internasional sejak terakhir kali memenangkan Piala Dunia 1966. Adapun Italia menambah koleksi trofi Piala Eropanya menjadi dua, setelah yang pertama diraih pada 1968.

(yna/raw)